Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) berkomitmen untuk memperkuat peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai mitra strategis dalam pembinaan umat dan penguatan kehidupan sosial keagamaan. Langkah ini diwujudkan melalui pemanfaatan gedung baru Kantor MUI Provinsi Sumbar yang terletak di kawasan Masjid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.
Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menyatakan bahwa keberadaan gedung baru MUI tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sarana kerja, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam memperkuat fungsi MUI sebagai pusat pelayanan umat, kajian keislaman, serta konsolidasi moral masyarakat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. “Gedung ini diharapkan menjadi rumah musyawarah umat, pusat penguatan nilai keislaman, serta tempat lahirnya pandangan keagamaan yang menyejukkan dan mempersatukan,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menambahkan bahwa penguatan peran ulama sangat penting dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat moderasi beragama, serta membimbing masyarakat agar tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. Sinergi pemerintah, ulama, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun Sumatra Barat yang religius dan berkeadaban.
Wakil Ketua MUI Pusat, Buya Anwar Abas, juga menekankan pentingnya persatuan antarulama dan organisasi kemasyarakatan Islam. Menurutnya, kekuatan umat akan terwujud apabila seluruh elemen mampu bekerja sama dan saling menghormati dalam menghadapi persoalan keumatan dan kebangsaan.
Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar, menjelaskan bahwa gedung MUI Sumbar dibangun dengan filosofi Minangkabau Tigo Tungku Sajarangan, yang merepresentasikan sinergi ulama, ninik mamak, dan cadiak pandai. Filosofi tersebut diharapkan tercermin dalam peran MUI sebagai ruang dialog, musyawarah, serta pusat lahirnya gagasan keumatan yang konstruktif. “Gedung ini bukan hanya kantor, tetapi pusat gerakan dakwah dan pengabdian untuk umat Sumatra Barat,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menambahkan bahwa pembangunan gedung MUI didorong oleh meningkatnya tugas dan fungsi MUI, terutama dalam penguatan akidah, akhlak, kegiatan sosial-keagamaan, serta moderasi beragama. Gedung enam lantai dengan luas sekitar 1.800 meter persegi ini dilengkapi dengan ruang rapat, ruang komisi, ruang pelatihan, layanan konsultasi umat, serta fasilitas pendukung lainnya.
Dengan adanya sarana yang representatif ini, Pemprov Sumbar berharap efektivitas pelayanan MUI kepada umat semakin meningkat, koordinasi ulama dan pemerintah semakin kuat, serta MUI mampu berperan sebagai pusat edukasi dan pembinaan keagamaan yang inklusif dan menyejukkan.



















