Headline.co.id, Kotawaringin Barat ~ Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu. Langkah ini diwujudkan dengan mengadakan Sosialisasi Pemasangan Alat Pembayaran dan Penyetoran Pajak Daerah Secara Online Tahap II, yang berlangsung di Aula Sangga Banua Kantor Bupati Kobar pada Selasa, 11 November 2025.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, dan dihadiri oleh pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk pengelola hotel, restoran, rumah makan, kafe, hiburan, karaoke, spa, pusat kebugaran, biliar, mini soccer, kolam renang, serta jasa parkir. Pemasangan alat pembayaran pajak daerah secara daring ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan pada 28 Oktober 2025 dengan partisipasi 71 wajib pajak (WP), sedangkan tahap kedua diikuti oleh 248 WP.
Bupati Nurhidayah menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha di Kobar yang telah menunjukkan kepedulian dan kepatuhan dalam berkontribusi melalui pajak. “Kami sangat mengapresiasi seluruh objek pajak di Kotawaringin Barat yang punya semangat dan kepedulian yang sama dalam membantu daerah. Pajak yang Bapak dan Ibu titipkan akan kita gunakan untuk mendukung pembangunan di Kobar,” ujarnya.
Nurhidayah menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif dunia usaha dan masyarakat. “Kami berharap melalui sosialisasi ini, seluruh elemen pemerintahan mulai dari lurah, camat, hingga wajib pajak dapat berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mengoptimalkan PAD Kabupaten Kotawaringin Barat,” tambahnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pengelolaan pajak daerah, serta meningkatkan partisipasi wajib pajak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kotawaringin Barat.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kobar, M. Nursyah Ikhsan, menjelaskan bahwa hingga saat ini telah terpasang 51 unit alat pembayaran online dari total rencana 245 unit. Dari jumlah tersebut, 65 unit merupakan pengadaan mandiri Bapenda, sedangkan 180 unit lainnya merupakan dukungan dari Bank Kalteng.






















