Headline.co.id (Makassar) ~ Skuadron Udara 33 TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, menjadi salah satu kekuatan strategis dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia. Dibentuk pada 14 Juni 2019, skuadron termuda dari tiga skuadron Hercules ini memiliki keunggulan khusus yakni kemampuan Night Vision Google (NVG) yang memungkinkan penerbangan dalam kondisi gelap total.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Ganjal ATM di Yogyakarta, Dua Buron Masih Diburu
Komandan Skuadron Udara 33, Letkol Pnb A.M. Averroes, menjelaskan keunikan tiap skuadron Hercules tidak dimaksudkan untuk membandingkan, melainkan memperkuat peran masing-masing dalam mendukung pertahanan udara. “Kami mampu melaksanakan penerbangan dalam kondisi total gelap 100 persen, kami dapat melaksanakan dengan kemampuan NVG tersebut,” kata Averroes di Makassar.
Peran Vital dalam Pertahanan dan Kemanusiaan
Skuadron 33 memiliki sembilan pesawat Hercules C-130 yang dilengkapi body armor khusus, menjadikannya tangguh terhadap berbagai ancaman artileri. Dengan teknologi tersebut, skuadron ini kerap dijuluki “Kesatria Malam”.
Baca juga: Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Kerahkan Pasukan Perdamaian ke Gaza di KTT PBB
Keunggulan ini telah teruji dalam berbagai operasi militer selain perang (OMSP). Di antaranya, membantu pemulihan listrik saat Bali mengalami pemadaman massal Mei 2025, menyalurkan bantuan ke korban gempa Palu dan Myanmar, serta misi besar mengevakuasi WNI di Wuhan pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020.
Infrastruktur Modern
Untuk mendukung operasi, Skuadron 33 memiliki hanggar berukuran besar dengan tinggi 20 meter dan pintu setinggi 12,5 meter. Hanggar tersebut mampu menampung dua pesawat Hercules secara bersamaan dan dilengkapi fasilitas latihan cargo delivery system. Saat ini, tengah dibangun hanggar tambahan untuk pemeliharaan tingkat sedang yang akan memperkuat kesiapan skuadron.
Persiapan HUT ke-80 TNI
Dalam waktu dekat, Skuadron 33 juga akan tampil dalam perayaan HUT ke-80 TNI pada 5 Oktober 2025. Para penerbang Hercules telah melaksanakan latihan terpusat dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, menuju Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Baca juga: Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan SIM di Yogyakarta, 8 Orang Ditangkap
Menurut Averroes, keberadaan Skuadron 33 menegaskan bahwa pertahanan udara tidak hanya bergantung pada pesawat tempur atau pasukan elit, tetapi juga pada kekuatan logistik. “Dengan dukungan pesawat angkut berukuran besar, misi apapun baik operasi militer maupun non militer dapat berjalan dengan sukses,” ujarnya.
Keberhasilan skuadron ini memperlihatkan bahwa kedaulatan udara Indonesia dijaga bukan hanya oleh kekuatan serangan, tetapi juga oleh daya angkut dan kemampuan bertahan di tengah kondisi paling sulit.
Baca juga: Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan SIM di Yogyakarta, 8 Orang Ditangkap


















