Headline.co.id (Probolinggo) – Pemerintah Kota Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meredam gejolak harga beras yang belakangan meresahkan masyarakat. Langkah konkret ini ditandai dengan peluncuran resmi penyaluran bantuan pangan berupa beras, yang digelar pada Selasa (22/7/2025) di Komplek Pergudangan Perum Bulog Sukoharjo.
Sebanyak 342.640 kilogram beras disiapkan bagi 17.132 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga 5. Tiap keluarga mendapatkan jatah 20 kilogram beras, sebagai bagian dari program Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang digagas oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Komoditas pangan adalah kebutuhan dasar. Ketika terganggu, dampaknya bisa merambat ke stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga. Karena itu, bantuan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan stok tetap aman dan harga tetap stabil,” ujar Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, saat membuka acara.
Kualitas Terjaga, Distribusi Terpantau Ketat
Wali Kota Aminuddin juga menegaskan bahwa kualitas beras yang disalurkan bukan asal-asalan. “Tingkat butir pecah hanya sekitar 15 persen, jauh lebih baik dari batas maksimal 25 persen untuk beras medium,” jelasnya.
Untuk menjamin distribusi berlangsung aman dan tepat sasaran, Pemkot menggandeng Forkopimda, Pemprov Jawa Timur, serta aparat penegak hukum. Fokus utama kerja sama ini adalah memberantas praktik oplosan beras dan spekulasi harga yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Kami ingin Probolinggo bebas dari praktik tak sehat di pasar beras,” tegas Aminuddin.
Stok Aman hingga 3 Tahun, Petani Lokal Diuntungkan
Kuswadi, Kepala Bulog Sub Divre VIII Probolinggo, memastikan ketersediaan beras saat ini dalam kondisi sangat aman. “Stok mencapai 12.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 36 bulan ke depan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Bulog telah menyerap 91,76 ton gabah dari petani lokal, sebuah langkah yang tidak hanya menjaga pasokan tetapi juga membantu menstabilkan harga di tingkat produsen.
Tak hanya itu, Bulog bekerja sama dengan Koperasi Merah Putih untuk memperkuat distribusi. Melalui kemitraan ini, hingga 2 ton beras per kelurahan disalurkan secara langsung ke titik-titik penerima bantuan.
Pemimpin Turun ke Lapangan, Warga Merasa Terbantu
Usai peluncuran, Wali Kota Aminuddin bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari langsung turun ke lapangan, memantau proses penyaluran di Kelurahan Sukoharjo, yang menjadi titik distribusi bagi 596 KPM.
Keduanya menyapa warga, memeriksa kualitas beras, dan memastikan distribusi berjalan lancar. Siti Maimunah, salah satu penerima bantuan, mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah, ini sangat meringankan beban kami di tengah harga kebutuhan pokok yang makin tinggi. Terima kasih kepada pemerintah,” ucapnya dengan haru.
Selaras dengan Strategi Nasional
Program ini merupakan bagian dari strategi nasional yang dicanangkan Bapanas, meliputi:
- Stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen,
- Penguatan sistem logistik pangan nasional,
- Peningkatan akses informasi pasokan dan harga,
- Penguatan kelembagaan pangan daerah.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah daerah, Bulog, koperasi, dan masyarakat, Kota Probolinggo optimistis dapat menghindari potensi kerawanan pangan dan menjaga stabilitas harga beras, di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.



















