Headline.co.id: India Diam-diam Loloskan Permintaan Pengurangan Kritik AS pada Hasina
Jakarta – Headline.co.id melaporkan bahwa India diam-diam meminta Amerika Serikat (AS) mengurangi kritik terhadap Sheikh Hasina menjelang pemakzulannya oleh gerakan mahasiswa pada Agustus lalu.
Informasi ini terungkap berdasarkan laporan The Washington Post yang mengutip sumber pejabat AS dan India. AS secara terang-terangan mengkritik Hasina atas tindakannya memenjarakan ribuan lawan politik dan menjatuhkan sanksi pada satuan polisi Bangladesh di bawah komandonya atas dugaan penculikan dan pembunuhan di luar hukum.
Pejabat India dalam serangkaian pertemuan mendesak AS untuk meredam retorika negatif tersebut. India beralasan bahwa Bangladesh dapat menjadi sarang kelompok Islam jika oposisi dibiarkan berkuasa melalui pemilu yang terbuka.
“Anda mendekatinya dari sudut pandang demokrasi, tetapi bagi kami, masalah ini jauh lebih serius dan eksistensial,” ungkap seorang penasihat pemerintah India yang dikutip dalam laporan tersebut.
“Kami menyampaikan kepada AS bahwa ini adalah masalah mendasar bagi kami, dan mereka tidak bisa menganggap kami sebagai mitra strategis kecuali kami memiliki semacam konsensus strategis,” lanjutnya.
Meski demikian, pejabat AS menekankan perlunya menyeimbangkan kepentingan mitra dan harapan pemerintahan AS, terutama di negara-negara dengan situasi yang rumit seperti Bangladesh. Pejabat AS lainnya menyatakan bahwa mengisolasi Hasina lebih jauh tidak akan banyak membantu.
“Sikap AS terhadap Bangladesh mengutamakan nilai-nilai kami, dan kami telah secara terbuka mengungkapkannya dalam banyak kesempatan. Namun, kami juga realistis memahami bahwa situasi di Bangladesh rumit dan ada beberapa kepentingan yang kami dan negara lain miliki di sana,” ujar seorang pejabat AS.
Protes terhadap sistem kuota pemerintah Bangladesh untuk pekerjaan publik memicu bentrokan antara mahasiswa, polisi, dan pendukung pemerintah sejak Juni lalu. Kerusuhan yang menewaskan lebih dari 500 orang tersebut akhirnya memaksa Hasina mengundurkan diri.
Setelah Hasina mundur, Muhammad Yunus dilantik sebagai perdana menteri sementara. Saat ini, pemerintah sementara melakukan pembersihan terhadap pejabat pemerintah yang diangkat oleh Hasina dan para pendukungnya.
sumber: https://www.antaranews.com/berita/4264071/india-lobi-as-agar-kurangi-tekanan-pada-pm-hasina-sebelum-lengser.























