Headline.co.id (Jakarta) ~ Kasus dugaan pemotongan gaji seorang guru honorer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Duren Sawit, Jakarta Timur, mencuat ke permukaan setelah Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, mengungkapkan bahwa guru tersebut hanya menerima upah sebesar Rp 300.000 per bulan selama satu tahun. PDIP menyoroti permasalahan ini dan mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta untuk segera bertindak.
Baca juga: Deklarasi Damai Pemilu 2024: Paslon Pilpres Siap Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Ima Mahdiah, saat dihubungi pada Senin (27/11/2023), menyatakan bahwa kepala sekolah di SDN Duren Sawit diduga terlibat dalam pemotongan gaji guru honorer tersebut. Meskipun Disdik DKI Jakarta telah memberikan tanggapan, PDIP menegaskan perlunya pemeriksaan lebih lanjut terhadap kepala sekolah yang diduga terlibat dalam praktik ini.
“Jadi memang kepala sekolahnya kayaknya bermasalah tetapi nanti kan masih dicek sama Dinas Pendidikan. Jawaban dari Disdik, kalau kita lihat sudah jelas yang diterima dari guru yang bersangkutan jumlahnya berapa terus habis itu cuma diterima Rp 300 ribu per bulan selama satu tahun,” ujar Ima Mahdiah.
Baca juga: Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Gunungkidul: BMKG Catat Peristiwa Ini
Forgupaki, Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia, juga turut mengadukan permasalahan ini ke anggota PDIP Komisi E DPRD DKI Jakarta. Mereka menyampaikan bahwa guru-guru honorer pendidikan agama Kristen menghadapi gaji yang rendah, dengan sejumlah guru hanya menerima upah Rp 300 ribu per bulan.
Ima Mahdiah menegaskan bahwa seharusnya guru tersebut menerima gaji sebesar Rp 9 juta, sesuai dengan bukti yang disampaikan. Namun, kenyataannya, guru tersebut hanya menerima ratusan ribu rupiah. Ia menyampaikan keinginannya agar Disdik DKI Jakarta mencopot kepala sekolah yang terlibat dan mencatat bahwa dugaan pemotongan gaji tidak hanya terjadi pada satu guru saja.
“Dari Disdik akan menelusuri itu dulu jadi jadi kasih waktu, kalau memang ada jawabannya apa kalau saya relomendasiin diganti saja, dipecat,” ujar Ima Mahdiah.
Baca juga: Investigasi Kecelakaan Monjali: Pemeriksaan Sopir Penabrak Mahasiswi UGM oleh Polisi
Sementara itu, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Johnny Simanjuntak, menyatakan bahwa masih ada guru honorer sekolah negeri di Jakarta yang menerima upah sebesar Rp 300.000 per bulan. Ia mendesak agar Disdik DKI Jakarta melakukan standardisasi terkait upah bagi guru-guru honorer di setiap sekolah, untuk mencegah ketidakadilan dalam pembayaran.
“Kenapa masih ada guru yang gajinya Rp 300 ribu perbulan? Perlu ada standardisasi dari Disdik DKI Jakarta terkait upah bagi guru-guru honorer di setiap sekolah. Jangan sampai beda-beda tiap sekolah,” ujar Johnny Simanjuntak.
Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini 8 Fasilitas Umum Yang Harus Steril dari Aktivitas Kampanye
Johnny juga mengingatkan pentingnya pendataan ulang dan sosialisasi cara serta syarat untuk mempermudah guru honorer masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia mencatat bahwa masih banyak keluhan terkait sulitnya mendaftar ke sistem tersebut.
“Kenapa masih ada guru honorer yang sudah mengabdi selama 20 tahun tapi datanya tidak terdaftar di Dapodik? Hal-hal yang menjadi domain Dinas Pendidikan DKI Jakarta itu harus diselesaikan segera,” ungkap Johnny Simanjuntak.
Baca juga: FA Mahasiswi UGM Masih Koma Setelah 22 Hari Kecelakaan di Monjali
Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. “Ini sedang proses pendalaman oleh Tim kami,” kata Purwosusilo. Disdik DKI Jakarta diharapkan dapat memberikan jawaban yang memuaskan terkait tindak lanjut penyelesaian masalah ini.
Terimakasih telah membaca Guru Honorer SDN Duren Sawit Dipotong Gajinya, PDIP Desak Disdik DKI Jakarta Tindak Tegas semoga bisa bermanfaat dan jangan lupa baca berita lainnya di Headline.co.id atau bisa juga baca berita kami di Google News.
Baca juga: Lirik Teks Bacaan Nadhom Alfiyah Ibnu Malik Lengkap Arab Latin dan Artinya


















