Headline.co.id ~ Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mendorong petani meningkatkan frekuensi panen padi hingga tiga kali setahun untuk memperkuat pasokan pangan regional dan menjaga harga beras tetap terjangkau. Upaya tersebut disampaikan Bupati Sambas Satono dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Barat di Aula Keriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Rabu (22/7/2026). Kebijakan itu ditempuh dengan memperkuat produktivitas pertanian dari sisi hulu dan hilir, sekaligus menggelar operasi pasar murah di wilayah perdesaan. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan pangan serta daya beli masyarakat di tengah potensi gejolak harga bahan pokok.
Panen Padi Tiga Kali Setahun Jadi Prioritas Sambas
Satono mengatakan peningkatan frekuensi panen akan memperbesar kontribusi Sambas sebagai salah satu daerah penghasil pangan di Kalimantan Barat. Menurut dia, kepastian pasokan dari daerah produksi utama merupakan cara paling efektif untuk meredam tekanan inflasi daerah.
“Kami terus mendorong agar petani di Kabupaten Sambas dapat melaksanakan panen padi hingga tiga kali dalam setahun. Dengan peningkatan produktivitas tersebut, kami optimistis kontribusi Sambas sebagai lumbung pangan Kalimantan Barat akan semakin besar,” ujar Satono.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah daerah menilai kepastian harga pembelian gabah turut memengaruhi semangat petani. Satono menyebut kebijakan penyesuaian harga pembelian gabah dari pemerintah pusat telah memberikan kepastian harga bagi petani lokal.
“Kenaikan harga gabah memberikan semangat baru bagi petani. Pendapatan mereka meningkat dan secara langsung turut menggerakkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Irigasi dan Listrik Dibutuhkan untuk Jaga Produksi
Target panen padi tiga kali setahun masih menghadapi tantangan cuaca, terutama potensi kemarau panjang yang dapat mengganggu produksi dan meningkatkan risiko gagal panen. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sambas meminta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memprioritaskan pembangunan jaringan irigasi pertanian.
Pemkab Sambas juga meminta penguatan keandalan pasokan listrik di kawasan perbatasan. Infrastruktur irigasi dan listrik dinilai penting agar lahan pertanian warga dapat tetap produktif sepanjang tahun.
Menurut pemerintah daerah, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan produksi pertanian. Ketersediaan infrastruktur juga dinilai dapat menarik investasi pengolahan hasil tani di kawasan terluar.
Operasi Pasar Murah Menjangkau 19 Kecamatan
Penguatan produksi pangan di tingkat petani diimbangi dengan langkah pengendalian harga di tingkat masyarakat. Pemkab Sambas secara konsisten menggelar operasi pasar murah di 19 kecamatan hingga pelosok desa.
Operasi pasar murah tersebut dilakukan untuk memotong rantai distribusi dan memastikan komoditas pangan utama tetap terjangkau, khususnya bagi warga prasejahtera. Pelaksanaan hingga desa-desa pedalaman juga ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat ketika muncul potensi kenaikan harga bahan pokok.
Dengan demikian, strategi Sambas mencakup peningkatan pasokan melalui dorongan panen padi tiga kali setahun, dukungan terhadap pendapatan petani, serta distribusi pangan melalui operasi pasar murah. Pemerintah daerah menilai keterpaduan langkah produksi dan distribusi diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas inflasi di Kalimantan Barat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















