Headline.co.id, Balangan ~ Paringin – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A PPKB PMD) mengembangkan SIRIP PAUS untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi pendataan pasangan usia subur (PUS). Inovasi yang dikembangkan Denny Mariaty Simbolon dan Anita Nur Azizah itu mengubah pendataan Register Pasangan Usia Subur (R1-PUS) dari metode manual berbasis kertas menjadi sistem digital terintegrasi. Sistem tersebut dapat diakses secara real-time melalui telepon pintar maupun komputer dan digunakan untuk mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana serta pelayanan keluarga berencana di Kabupaten Balangan.
Denny Mariaty Simbolon, Jumat (24/7/2026), mengatakan SIRIP PAUS hadir untuk menjawab kendala pengelolaan data PUS yang selama ini dilakukan secara manual. Sistem ini memungkinkan kader IMP, Sub Kader IMP, Penyuluh KB, dan administrator tingkat kabupaten mengisi, memantau, serta memperbarui data tanpa menunggu pengiriman dokumen fisik.
SIRIP PAUS Atasi Kendala Pendataan Manual
Menurut Denny, metode konvensional berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, keterlambatan pelaporan, kesulitan dalam monitoring dan evaluasi, serta kehilangan arsip fisik. Kendala tersebut berdampak pada lambatnya pengambilan keputusan dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana dan pelayanan keluarga berencana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia menjelaskan, data PUS menjadi fondasi dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk, peningkatan kualitas keluarga, dan penurunan Total Fertility Rate (TFR). Data yang akurat juga dibutuhkan untuk mengidentifikasi peserta KB aktif, pasangan yang belum ber-KB atau unmet need, serta kelompok berisiko tinggi yang memerlukan intervensi.
“Data yang akurat sangat diperlukan untuk mengidentifikasi peserta KB aktif, pasangan yang belum ber-KB unmet need, hingga kelompok berisiko tinggi yang memerlukan intervensi cepat dan tepat sasaran,” tegas Denny.
Melalui SIRIP PAUS, pendataan dilakukan menggunakan sistem berbasis link spreadsheet. Akses tersebut memungkinkan petugas melakukan pembaruan data secara langsung melalui telepon pintar atau komputer.
Sistem itu juga dilengkapi sejumlah fitur untuk menjaga kualitas data. Fitur tersebut meliputi validasi otomatis, pembagian hak akses sesuai kewenangan, pencatatan riwayat perubahan data atau version history, serta penyimpanan berbasis cloud yang dinilai lebih aman dari risiko kehilangan dan kerusakan dokumen.
Data Real-Time Dukung Intervensi Program KB
Digitalisasi pendataan tidak hanya mempercepat pelaporan, tetapi juga mendukung monitoring dan evaluasi Program Bangga Kencana. Petugas dapat memantau kondisi akseptor KB secara real-time, mendeteksi lebih dini risiko putus pakai kontrasepsi, dan memberikan pendampingan serta pelayanan kepada PUS yang membutuhkan.
SIRIP PAUS turut menyediakan modul pembelajaran dan video tutorial interaktif. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memudahkan kader dan petugas lapangan dalam menggunakan sistem sehingga proses pendataan dapat berlangsung lebih mudah, seragam, dan menghasilkan data berkualitas.
Denny menyebut penerapan inovasi itu telah menunjukkan hasil positif. Selain membentuk basis data digital terintegrasi, SIRIP PAUS memangkas waktu pelaporan dari desa hingga kabupaten, mengurangi penggunaan formulir kertas, dan menekan biaya operasional administrasi.
“Alhamdulillah implementasi inovasi ini telah menunjukkan hasil positif. Selain membentuk basis data digital terintegrasi, SIRIP PAUS mampu memangkas waktu pelaporan dari desa hingga kabupaten, mengurangi penggunaan formulir kertas, menekan biaya operasional administrasi, serta meningkatkan kualitas data kependudukan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan keluarga,” jelasnya.
Ia mengatakan, SIRIP PAUS dikembangkan berdasarkan pengalaman langsung di lapangan yang memperlihatkan masih adanya kendala dalam pendataan PUS secara manual.
“SIRIP PAUS kami kembangkan dari kebutuhan nyata di lapangan. Melalui sistem digital yang sederhana dan mudah diakses menggunakan telepon pintar maupun laptop, kami ingin membantu kader IMP, Sub Kader IMP, dan Penyuluh KB agar dapat melakukan pendataan lebih cepat, akurat, dan real-time,” ujar Denny.
Dengan data yang berkualitas, menurut dia, intervensi program KB dapat dilakukan secara tepat sasaran. Hal itu diharapkan mendukung pengendalian angka kelahiran, meningkatkan cakupan peserta KB aktif, serta mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Balangan.
Kolaborasi Pemerintah dan Petugas Lapangan
Denny menambahkan, keberhasilan SIRIP PAUS tidak hanya bergantung pada teknologi. Komitmen pemerintah daerah, Penyuluh KB, kader IMP, dan Sub Kader IMP dalam menjaga kualitas data juga menjadi bagian penting dari penerapan inovasi tersebut.
“Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, Penyuluh KB, kader IMP, dan Sub Kader IMP yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat. Harapan kami, SIRIP PAUS terus berkembang menjadi sistem informasi yang adaptif, memperkuat tata kelola data kependudukan, serta menjadi referensi bagi daerah lain dalam membangun pelayanan keluarga berencana berbasis data digital,” tambahnya.
Kepala DP3A PPKB PMD Kabupaten Balangan, Rahmadi, mengatakan transformasi digital diperlukan untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan berbasis data. Menurutnya, sistem digital dapat mempercepat pelaporan, memudahkan pemantauan, dan mendukung intervensi terhadap pasangan usia subur secara lebih tepat sasaran.
“SIRIP PAUS merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan tata kelola data kependudukan yang lebih modern, akurat, dan mudah diakses. Dengan sistem digital ini, proses pelaporan menjadi lebih cepat, monitoring dapat dilakukan langsung, dan intervensi terhadap pasangan usia subur dapat diberikan lebih tepat sasaran,” ujar Rahmadi.
Rahmadi berharap inovasi tersebut mendukung keberhasilan Program Bangga Kencana sekaligus mempercepat terwujudnya keluarga berkualitas dan penduduk tumbuh seimbang di Kabupaten Balangan. Melalui SIRIP PAUS, pengelolaan data kependudukan diarahkan menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan berkelanjutan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















