Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ AC Milan gagal meraih kemenangan setelah bermain imbang 1-1 melawan Sassuolo pada pertandingan pekan keenam Serie A 2026/2027 di Mapei Stadium, Reggio Emilia, Minggu (11/10/2026). Rossoneri sebenarnya berhasil membuka keunggulan melalui Adrien Rabiot pada menit ke-63, tetapi Cas Odenthal menyamakan kedudukan lima menit kemudian. Kegagalan mempertahankan keunggulan membuat AC Milan hanya mendapatkan satu poin meskipun menciptakan sejumlah peluang sepanjang pertandingan. Dalam klasemen Sassuolo vs AC Milan, Milan sementara menempati posisi keempat dengan 12 poin, sedangkan Sassuolo berada di urutan ke-10 dengan delapan poin.
Pertandingan tersebut memperlihatkan persaingan ketat antara kedua kesebelasan. AC Milan berusaha memanfaatkan peluang melalui serangan terbuka, sementara Sassuolo mampu mengimbangi permainan dan mencetak gol dari situasi sepak pojok.
Untuk memahami mengapa Milan tidak berhasil membawa pulang tiga poin, terdapat sejumlah kejadian penting yang menentukan jalannya pertandingan, mulai dari penyelamatan penjaga gawang, pergantian pemain akibat cedera, hingga gol balasan tuan rumah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bagaimana Jalannya Sassuolo vs AC Milan?
Sejak pertandingan dimulai, AC Milan dan Sassuolo sama-sama berusaha menciptakan peluang. Milan mengandalkan Goncalo Ramos dan Christian Pulisic di lini depan, dengan dukungan Adrien Rabiot serta pemain lainnya.
Sassuolo yang ditangani Alberto Aquilani memberikan perlawanan melalui Armand Lauriente, Vasilie Adzic, dan Domenico Berardi.
Pada menit ke-12, Ramos berhasil memasuki kotak penalti Sassuolo melalui sisi kanan. Ia mencoba memberikan umpan silang kepada Diego Moreira, tetapi Adzic melakukan intersepsi sebelum bola mencapai sasaran.
AC Milan mendapatkan peluang lainnya pada menit ke-32 melalui sundulan Adrien Rabiot setelah menerima tendangan bebas Moreira. Bola masih melambung tipis sehingga kedudukan belum berubah.
Menjelang akhir babak pertama, Milan meningkatkan tekanan. Mario Gila memberikan umpan terobosan kepada Ramos pada menit ke-43, tetapi Arijanet Muric mampu menggagalkan tembakannya.
Muric kembali melakukan penyelamatan satu menit kemudian ketika Ramos menyundul bola hasil umpan silang Samuel Chukwueze.
Diego Moreira juga mendapatkan peluang pada masa tambahan waktu babak pertama, disusul sundulan Strahinja Pavlovic. Namun, keduanya tidak menghasilkan gol.
Babak pertama pun berakhir dengan skor 0-0 meskipun kedua tim telah menciptakan sejumlah ancaman.
Mengapa Keunggulan AC Milan Hanya Bertahan Lima Menit?
AC Milan akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-63 melalui Adrien Rabiot. Ia memanfaatkan kesempatan di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang membuat Muric gagal menghalau bola.
Gol tersebut membawa Milan unggul 1-0 dan membuka peluang bagi tim tamu untuk meraih kemenangan.
Namun, Sassuolo memberikan respons cepat dengan meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Milan.
Pada menit ke-66, AC Milan kehilangan bola ketika mencoba membangun serangan dari belakang. Kristian Thorstvedt kemudian memberikan bola kepada Kieron Bowie yang mendapatkan kesempatan menembak.
Mike Maignan berhasil menggagalkan percobaan tersebut. Bola kembali dikuasai Sassuolo dan Armand Lauriente melanjutkan serangan melalui umpan silang.
Thorstvedt sempat mencoba menyelesaikan peluang menggunakan tumit, tetapi bola berhasil diamankan Maignan.
Tekanan tuan rumah kemudian menghasilkan sepak pojok yang menjadi awal gol penyeimbang.
Pada menit ke-68, bola dari sepak pojok mendatar mengenai Goncalo Ramos dan jatuh ke kaki Cas Odenthal. Pemain bertahan Sassuolo itu langsung melepaskan tembakan yang berhasil menaklukkan Maignan.
Dengan demikian, keunggulan Milan hanya bertahan lima menit, dihitung dari gol Rabiot pada menit ke-63 hingga gol Odenthal pada menit ke-68.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bagaimana Sassuolo mampu memanfaatkan tekanan beruntun serta situasi bola mati untuk membalas gol lawan.
Peluang Terbuang dan Penyelamatan Kedua Kiper
Salah satu faktor yang membuat pertandingan berakhir imbang adalah banyaknya peluang yang tidak dapat diselesaikan menjadi gol.
Arijanet Muric memberikan kontribusi penting bagi Sassuolo dengan beberapa kali menggagalkan percobaan pemain Milan.
Pada babak pertama, ia menghentikan upaya Goncalo Ramos, Diego Moreira, dan Strahinja Pavlovic. Penyelamatan tersebut menjaga Sassuolo tetap berada dalam pertandingan meskipun mendapatkan tekanan.
Pada babak kedua, Milan kembali menghasilkan peluang melalui serangan yang melibatkan Christian Pulisic dan Samuel Chukwueze pada menit ke-71, tetapi upaya tersebut gagal mengubah skor.
Alphadjo Cisse yang masuk pada menit ke-78 juga menciptakan ancaman pada menit ke-83. Muric kembali berperan dalam menggagalkan peluang tersebut.
Di sisi lain, Mike Maignan juga beberapa kali menyelamatkan AC Milan dari ancaman Sassuolo.
Pada menit ke-59, Vasilie Adzic mendapatkan peluang setelah rangkaian serangan yang melibatkan Domenico Berardi. Maignan berhasil melakukan penyelamatan ketika Adzic melepaskan tembakan ke arah gawang.
Maignan kemudian kembali beraksi saat menggagalkan percobaan Kieron Bowie dan Kristian Thorstvedt pada menit ke-66.
Catatan berbagai peluang tersebut memperlihatkan bahwa hasil imbang bukan terjadi karena kedua tim tidak melakukan serangan. Sebaliknya, kedua penjaga gawang berulang kali menjadi penghalang terciptanya gol tambahan.
Cedera Pemain Memengaruhi Susunan Kedua Tim
Pertandingan juga diwarnai cedera yang memaksa kedua tim melakukan perubahan susunan pemain lebih awal.
AC Milan kehilangan Matteo Gabbia setelah pemain tersebut mengalami cedera saat berusaha menghentikan pergerakan Armand Lauriente.
Gabbia harus meninggalkan lapangan dengan bantuan petugas medis dan digantikan Koni De Winter pada menit ke-20.
Tidak lama kemudian, Sassuolo mengalami persoalan serupa. Fedde Leysen mengalami cedera pada lutut kiri setelah terlibat perebutan bola dengan Christian Pulisic.
Cas Odenthal masuk menggantikan Leysen pada menit ke-26. Pergantian tersebut kemudian memiliki pengaruh langsung terhadap hasil pertandingan karena Odenthal menjadi pencetak gol Sassuolo.
Sebelumnya, tuan rumah juga sudah tidak diperkuat Jay Idzes yang mengalami cedera sejak sebelum jeda internasional.
Meski harus melakukan penyesuaian di lini belakang, Sassuolo tetap mampu menjaga pertandingan berlangsung ketat hingga akhir.
Apa Dampak Hasil Imbang terhadap Klasemen Sassuolo vs AC Milan?
Hasil pertandingan Sassuolo melawan AC Milan membuat kedua kesebelasan memperoleh tambahan satu poin dalam klasemen sementara Serie A 2026/2027.
AC Milan mengoleksi 12 poin setelah menyelesaikan enam pertandingan. Perolehan tersebut menempatkan Rossoneri di peringkat keempat klasemen Liga Italia.
Sementara itu, Sassuolo mengumpulkan delapan poin dari enam pertandingan dan berada di posisi ke-10.
Perbedaan poin kedua tim berdasarkan data tersebut adalah empat angka, dengan AC Milan berada di atas Sassuolo.
Tambahan satu poin juga berarti Milan tidak mendapatkan hasil maksimal berupa tiga poin dari pertandingan ini. Rossoneri gagal mempertahankan keunggulan meskipun sempat mencetak gol pembuka.
Bagi Sassuolo, hasil imbang tersebut memberikan tambahan poin setelah mampu mengejar ketertinggalan. Mereka tidak hanya bertahan menghadapi tekanan Milan, tetapi juga berhasil memanfaatkan salah satu peluang dari bola mati.
Data klasemen ini menggambarkan posisi sementara kedua tim setelah pekan keenam sebagaimana tercantum dalam laporan pertandingan, bukan perhitungan akhir musim.
Catatan Penting dari Pertandingan Pekan Keenam
Terdapat beberapa kejadian yang menjelaskan hasil akhir Sassuolo vs AC Milan. Pertama, kedua tim sama-sama mendapatkan peluang sejak babak pertama, tetapi tidak mampu mencetak gol sebelum turun minum.
Kedua, Adrien Rabiot berhasil membuka keunggulan Milan pada menit ke-63. Namun, Sassuolo segera meningkatkan tekanan dan mencetak gol balasan melalui Cas Odenthal pada menit ke-68.
Ketiga, kemampuan kedua penjaga gawang dalam menggagalkan peluang turut memengaruhi skor akhir. Muric berhasil menghentikan sejumlah serangan Milan, sementara Maignan melakukan penyelamatan terhadap peluang Sassuolo.
Keempat, pergantian pemain akibat cedera juga menjadi bagian penting pertandingan. Odenthal yang masuk menggantikan Leysen pada babak pertama justru mencetak gol yang memastikan Sassuolo tidak kalah.
Kelima, AC Milan tetap berusaha mencari gol kemenangan setelah kedudukan kembali imbang. Namun, peluang pada sisa babak kedua tidak mampu mengubah skor.
Hasil 1-1 akhirnya mencerminkan pertandingan yang diwarnai saling serang, penyelamatan penting, dan keberhasilan Sassuolo memanfaatkan situasi sepak pojok.
Dengan hasil tersebut, klasemen Sassuolo vs AC Milan tetap memperlihatkan Rossoneri berada di posisi lebih tinggi. Namun, pertandingan di Mapei Stadium menunjukkan bahwa keunggulan satu gol tidak cukup bagi Milan untuk memastikan kemenangan atas tuan rumah.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















