Headline.co.id, Malang ~ Arema FC bermain imbang 2-2 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Sabtu (10/10) sore. Arema FC harus bangkit setelah tertinggal dua gol pada babak pertama dalam pertandingan kandang tersebut. Penyesuaian taktik dan perubahan mentalitas pada paruh kedua membantu Singo Edan mencetak dua gol balasan untuk mengamankan satu poin. Hasil ini menjadi seri ketiga Arema FC secara beruntun sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka pada awal musim.
Arema FC Tertinggal Dua Gol pada Babak Pertama
Arema FC mengawali pertandingan dengan penampilan yang menjanjikan. Namun, intensitas permainan tuan rumah menurun setelah 10 sampai 15 menit pertama. Kondisi tersebut dimanfaatkan Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk mencetak dua gol dan membuat Arema FC berada dalam situasi sulit sebelum turun minum.
Laga kandang itu berlangsung sengit bagi kedua tim. Alfarizi dan rekan-rekannya harus berusaha mengejar ketertinggalan dua gol setelah performa Arema FC tidak konsisten pada sisa babak pertama.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui penurunan performa tersebut. Ia juga menyatakan bertanggung jawab atas kondisi tim yang harus mengakhiri babak pertama dengan posisi tertinggal.
“Pertandingan yang sangat sulit. Di 10 sampai 15 menit awal kami bermain sangat baik dan kuat, tetapi sisa babak pertama performa kami menurun. Tanggung jawab di babak pertama sepenuhnya ada pada saya karena kami harus tertinggal lebih dulu,” ujar Marcos Santos seusai laga.
Perubahan Mentalitas Membawa Arema FC Menyamakan Skor
Arema FC tampil berbeda setelah jeda. Tim pelatih melakukan penyesuaian taktik di ruang ganti, sementara para pemain mengubah sikap dan mentalitas dalam menghadapi babak kedua.
Perubahan itu membuat permainan Singo Edan menjadi lebih agresif. Arema FC kemudian mencetak dua gol balasan melalui aksi Marcos Vinicius dan penyerang asing Samuel Otusanya. Upaya tersebut membuat tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Setelah skor kembali imbang, Arema FC disebut hampir membalikkan keadaan. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan sehingga pertandingan berakhir dengan pembagian angka.
Marcos Santos memberikan apresiasi terhadap respons para pemain yang tidak menyerah meskipun sempat tertinggal dua gol. Menurut dia, perubahan sikap menjadi faktor penting yang membuat Arema FC mampu mengejar ketertinggalan.
“Perbedaan yang membuat kami bisa menyamakan kedudukan dan hampir membalikkan keadaan adalah perubahan sikap serta mentalitas para pemain. Kami inginnya menang, tetapi hasil ini menunjukkan bahwa Arema FC adalah tim yang selalu bereaksi, tidak berpuas diri, dan menolak untuk menerima kekalahan,” tegasnya.
Seri Ketiga Beruntun di Awal Musim
Hasil imbang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC memperpanjang catatan seri Arema FC menjadi tiga pertandingan secara berturut-turut. Catatan itu menjadi hasil kurang memuaskan bagi Singo Edan, terutama karena kembali terjadi saat mereka bermain di hadapan pendukung sendiri.
Arema FC memang belum berhasil meraih kemenangan dalam laga tersebut. Meski demikian, tambahan satu poin tetap memiliki arti penting karena menjaga rekor tim tetap tidak terkalahkan pada awal BRI Super League 2026/2027.
Dengan hasil 2-2 itu, Arema FC menunjukkan kemampuan untuk merespons tekanan setelah tertinggal dua gol. Namun, pernyataan Marcos Santos juga menegaskan bahwa tim masih mengincar kemenangan dan belum sepenuhnya puas dengan rangkaian hasil seri yang diraih.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















