Headline.co.id, Palembang ~ Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Pemprov Sumsel) mentransformasikan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) menjadi Ekosistem Rantai Pasok Pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Peluncuran ekosistem pangan Sumsel itu dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut berlangsung di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Kota Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (30/7/2026), dan dirangkaikan dengan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Transformasi dilakukan dengan menghubungkan berbagai pelaku pangan melalui kolaborasi lintas sektor agar ketersediaan, distribusi, dan harga pangan tetap stabil.
Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok GSMP–MBG menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumsel membangun rantai pasok pangan yang lebih terintegrasi. Program yang sejak 2021 berfokus pada pemanfaatan pekarangan rumah itu kini dikembangkan dengan melibatkan petani, peternak, nelayan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pesantren, perbankan, akademisi, hingga dunia usaha.
Wagub Sumsel Minta Rantai Pasok Tidak Terhambat
Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar di seluruh wilayah Sumatra Selatan. Ia meminta seluruh pihak menjaga keberlanjutan ekosistem yang telah dibangun.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Jangan sampai rantai pasok pangan ini terhambat. Mari bersama-sama berkolaborasi memelihara ekosistem ini agar ketersediaan dan harga pangan tetap stabil,” ujar Cik Ujang.
Menurut Cik Ujang, transformasi GSMP didukung sejumlah capaian positif di sektor pangan dan ekonomi daerah. Perluasan program dari pemanfaatan pekarangan rumah menjadi ekosistem yang menghubungkan banyak pelaku diharapkan dapat memperkuat pasokan untuk Program Makan Bergizi Gratis.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan membantu menekan angka kerawanan pangan dan kemiskinan. Dengan keterlibatan pelaku dari sektor produksi, pembiayaan, pendidikan, dan usaha, rantai pasok pangan diarahkan untuk berjalan dari hulu hingga hilir.
Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,34 Persen
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan Bambang Pramono menyampaikan bahwa perekonomian Sumatra Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh 5,34 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi regional Sumatra yang mencapai 5,13 persen (yoy).
Dari sisi inflasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumatra Selatan pada Juni 2026 tercatat 0,36 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Angka itu menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,61 persen (mtm).
Secara tahunan, inflasi Sumatra Selatan berada di angka 2,89 persen (yoy). Bank Indonesia memproyeksikan inflasi tersebut tetap berada dalam kisaran target nasional sebesar 2,5±1 persen.
Bambang menilai pengembangan ekosistem pangan tersebut merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi untuk menghadapi tantangan ekonomi serta kondisi cuaca.
“Kegiatan ini merupakan bentuk inovasi sinergi dan kolaborasi yang sangat baik. Di tengah ketidakpastian global dan tantangan cuaca seperti dampak El Nino, kemampuan mengubah tantangan menjadi peluang adalah kunci,” jelas Bambang.
Strategi 4K dan Sistem Peringatan Dini
Untuk memperkuat pengendalian inflasi, Bank Indonesia merekomendasikan penerapan strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Pengendalian tersebut juga diperkuat dengan penerapan Early Warning System (EWS) berbasis model multivariat. Sistem itu merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sumatra Selatan.
Strategi 4K dan EWS menjadi bagian dari langkah menjaga kestabilan pasokan serta mengantisipasi tantangan yang dapat memengaruhi harga pangan di daerah. Upaya tersebut berjalan bersamaan dengan pengembangan rantai pasok GSMP yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis.
Forum Kolaborasi GSMP dan Penandatanganan MoU
Dalam kegiatan itu, Pemprov Sumatra Selatan juga mencanangkan pembentukan Forum Kolaborasi GSMP Provinsi Sumatra Selatan. Forum tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama antarpelaku dalam ekosistem pangan daerah.
Pemprov Sumatra Selatan turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antarpelaku usaha. Kesepakatan itu dilakukan melalui skema Business-to-Business (B2B) dan Government-to-Government (G2G) untuk memperkuat rantai pasok pangan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian kepada kelompok tani serta pelaku usaha lokal. Bantuan tersebut diberikan untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan daerah.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















