Headline.co.id, Sleman ~ Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, Kabupaten Sleman, melaksanakan program Caturtunggal Menyapa pada 27–30 Juli 2026 untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Kegiatan tersebut menyasar seluruh Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) binaan di wilayah Kalurahan Caturtunggal. Selama empat hari, tim mendatangi setiap sekolah binaan untuk menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang.
Program Caturtunggal Menyapa merupakan tindak lanjut dari hasil Rembug Stunting Tahun 2025. Pelaksanaannya melibatkan Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, Paguyuban PAUD Caturtunggal, Paguyuban TK Caturtunggal, dan TP PKK Kalurahan Caturtunggal.
Caturtunggal Menyapa Sasar TK dan PAUD Binaan
Melalui kegiatan ini, pemenuhan gizi anak menjadi salah satu perhatian utama pemerintah kalurahan dan mitra pelaksana. Penyaluran makanan tambahan dilakukan dengan mendatangi sekolah-sekolah binaan yang berada di wilayah Kalurahan Caturtunggal.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain memberikan makanan tambahan, kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan edukasi kepada para orang tua. Materi edukasi menekankan pentingnya pola asuh serta pemenuhan gizi seimbang bagi anak.
Pelibatan lembaga pendidikan anak usia dini dan TP PKK menjadi bagian dari kolaborasi dalam pelaksanaan program. Pemerintah Kalurahan Caturtunggal bersama Paguyuban PAUD Caturtunggal, Paguyuban TK Caturtunggal, dan TP PKK Kalurahan Caturtunggal menjalankan kegiatan secara bersama-sama.
Perhatian pada Fase Awal Tumbuh Kembang
Penjabat (Pj) Lurah Caturtunggal Feri Ferdian mengatakan, Caturtunggal Menyapa merupakan wujud kepedulian pemerintah untuk memastikan anak-anak memperoleh perhatian maksimal pada fase awal tumbuh kembangnya.
“Gerakan ini bentuk kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, memperoleh gizi yang cukup, dan mendapat lingkungan yang mendukung proses belajar serta berkembang,” ujar Feri, Kamis (30/7).
Menurut Feri, perhatian terhadap kesehatan, kecukupan gizi, dan lingkungan yang mendukung proses belajar merupakan bagian penting dalam mendampingi pertumbuhan anak. Karena itu, kegiatan tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga membuka ruang edukasi bagi orang tua.
Pelaksanaan Caturtunggal Menyapa selama empat hari menjadi rangkaian kegiatan yang menghubungkan pemerintah kalurahan dengan sekolah-sekolah binaan. Kolaborasi tersebut juga mempertemukan unsur pemerintah, lembaga pendidikan anak usia dini, serta TP PKK dalam upaya mendukung percepatan penurunan stunting.
Program Diharapkan Berkelanjutan
Feri berharap gerakan Caturtunggal Menyapa dapat berjalan secara berkelanjutan. Keberlanjutan program itu diharapkan dapat mempererat sinergi pemerintah kalurahan dan lembaga pendidikan anak usia dini.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung upaya mencetak generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. Dengan demikian, tindak lanjut hasil Rembug Stunting Tahun 2025 tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan selama 27–30 Juli 2026, tetapi diharapkan terus menjadi bagian dari kerja sama pemerintah kalurahan dan lembaga pendidikan anak usia dini.
Program ini menempatkan anak-anak di TK dan PAUD binaan sebagai sasaran utama, dengan dukungan edukasi bagi orang tua. Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan penurunan stunting melalui kegiatan yang menggabungkan pemenuhan gizi dan penguatan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















