Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Panitia Muktamar XI Al-Khairiyah di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Pertemuan tersebut digelar menjelang pelaksanaan Muktamar XI Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026 di Citangkil, Banten. Dalam audiensi itu, Menag menekankan pentingnya peran organisasi Islam dalam merawat persatuan bangsa melalui dakwah yang menyejukkan. Penguatan komunikasi Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan Islam dilakukan untuk mendorong kehidupan beragama yang rukun di tengah masyarakat yang majemuk.
“Organisasi Islam memiliki peran penting dalam merawat persatuan bangsa. Dakwah bukan hanya menghadirkan kesejukan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk saling menghormati di tengah perbedaan agar menjadi kekuatan yang mempersatukan,” ujar Nasaruddin di Jakarta.
Menag Tekankan Dakwah yang Merawat Persatuan
Menurut Menag, organisasi Islam memiliki posisi strategis dalam membangun kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Kerukunan, kata dia, tidak cukup dipahami sebagai keadaan tanpa konflik, tetapi perlu dibangun melalui dialog, penghormatan terhadap perbedaan, dan sikap saling percaya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam konteks tersebut, organisasi keagamaan dinilai memiliki ruang penting untuk menghadirkan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam kehidupan bersama. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Peran organisasi Islam tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pesan keagamaan. Pendidikan, pembinaan umat, dakwah yang menyejukkan, serta kegiatan sosial menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan bersama.
Melalui kegiatan tersebut, dakwah diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan solidaritas sosial dan penyelesaian persoalan masyarakat. Pesan keagamaan juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk saling menghormati dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan yang mempersatukan.
Muktamar XI Al-Khairiyah Jadi Momentum Konsolidasi
Menag berharap Muktamar XI PB Al-Khairiyah dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Muktamar juga diharapkan menjadi ruang untuk merumuskan arah Al-Khairiyah pada masa depan.
Bagi Kementerian Agama, organisasi keagamaan merupakan bagian penting dari upaya membangun kehidupan beragama yang harmonis. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan Islam dinilai penting untuk memperluas praktik keberagamaan yang membawa kemaslahatan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. Dengan peran yang dijalankan melalui pendidikan, dakwah, pembinaan umat, dan pengabdian masyarakat, organisasi keagamaan diharapkan terus memberi kontribusi terhadap kehidupan sosial.
Audiensi Panitia Muktamar XI Al-Khairiyah dengan Menag juga menjadi bagian dari komunikasi menjelang agenda muktamar. Pertemuan itu mempertemukan perhatian Kementerian Agama terhadap kerukunan dengan rencana konsolidasi organisasi Al-Khairiyah melalui Muktamar XI PB.
Menag Berharap Bisa Hadir di Citangkil
Nasaruddin menyampaikan harapan dapat menyesuaikan agenda agar berkesempatan menghadiri Muktamar XI PB Al-Khairiyah. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026 di Citangkil, Banten.
“Mudah-mudahan, bisa kita sesuaikan dengan agenda (muktamar) ini, insyaallah,” pungkasnya.
Melalui Muktamar XI, Al-Khairiyah diharapkan dapat terus memperkuat perannya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Organisasi tersebut juga diharapkan terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan serta merawat persatuan bangsa di tengah keberagaman.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















