Headline.co.id, Nagan Raya ~ Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya resmi mulai beroperasi dengan menerima 330 peserta didik dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Para siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Sekolah Rakyat, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Nagan Raya TR Keumangan sebagai langkah awal penyelenggaraan pendidikan gratis dengan sistem sekolah berasrama.
Operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya menjadi bagian dari program strategis nasional yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan kesempatan akibat kondisi ekonomi.
Sekolah Rakyat Nagan Raya Terima Siswa dari Dua Daerah
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya Ali Munir melaporkan, sebanyak 330 peserta didik mengikuti program tersebut. Jumlah itu terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA asal Kabupaten Nagan Raya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, terdapat 60 siswa titipan dari Sekolah Rakyat rintisan Kabupaten Aceh Selatan. Seluruh peserta didik berasal dari 10 kecamatan di Kabupaten Nagan Raya serta Kabupaten Aceh Selatan.
“Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA asal Kabupaten Nagan Raya, serta 60 siswa titipan Sekolah Rakyat rintisan dari Kabupaten Aceh Selatan,” jelas Ali Munir.
Sebelum membuka MPLS, TR Keumangan atau TRK melaksanakan prosesi peusijuek atau tepung tawar gedung Sekolah Rakyat. Prosesi tersebut dilakukan sebagai ungkapan syukur atas dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah itu.
Setelah pembukaan MPLS, Bupati Nagan Raya secara simbolis mengalungkan tanda peserta kepada Muhammad Furqan sebagai perwakilan jenjang SD, Sandrian sebagai perwakilan SMP, dan Arifa Humaira sebagai perwakilan SMA.
Pendidikan Gratis dengan Sistem Berasrama
TRK menyebut kehadiran Sekolah Rakyat merupakan tonggak penting bagi Kabupaten Nagan Raya. Menurut dia, sekolah tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.
“Hari ini merupakan tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Nagan Raya. Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat,” ujar TRK.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya dilengkapi fasilitas modern dan menerapkan sistem boarding school. Sekolah itu dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
“Pemerintah ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Nagan Raya untuk meraih pendidikan terbaik dan menjadi generasi emas Indonesia yang unggul, berdaya saing, serta berakhlak mulia,” katanya.
TRK juga meminta para siswa memanfaatkan MPLS untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun persahabatan, serta menjalin kedekatan dengan guru, wali asuh, dan pengasuh asrama.
“Manfaatkanlah kesempatan ini dengan belajar secara sungguh-sungguh untuk menggapai cita-cita anak-anakku sekalian,” pesannya.
Ia turut mengapresiasi kepercayaan orang tua yang menitipkan pendidikan anak-anak mereka di Sekolah Rakyat. Menurutnya, sekolah tersebut akan memenuhi kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, pembinaan karakter, dan pengembangan potensi diri tanpa dipungut biaya.
“Percayalah, di tempat ini anak-anak kita akan memperoleh pendidikan terbaik. Seluruh kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, pembinaan karakter hingga pengembangan potensi diri akan dipenuhi secara optimal tanpa dipungut biaya,” imbuhnya.
Program untuk Memperluas Kesempatan Pendidikan
Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial sekaligus PIC MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya, R. Gandhi Wijaya Cahyo Prajanto, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya yang menghibahkan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut.
“Ini merupakan bukti cinta Bapak Bupati kepada anak-anak di Kabupaten Nagan Raya,” katanya.
R. Gandhi menegaskan, Program Sekolah Rakyat merupakan amanah Presiden Republik Indonesia untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan kesempatan.
“Melalui Sekolah Rakyat, diharapkan anak-anak di desa memiliki kesempatan yang sama dan mampu bersaing dengan anak-anak di kota-kota besar,” pungkasnya.
Ali Munir menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang mendukung pembangunan hingga pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nagan Raya.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga Sekolah Rakyat dapat melaksanakan MPLS pada hari ini,” ujarnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















