Headline.co.id, Jakarta ~ Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat mengatakan Polisi memperkuat kehadiran di wilayah yang memiliki potensi kerawanan dan konflik untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pernyataan itu disampaikan Wahyu di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026. Penguatan dilakukan melalui kehadiran personel dengan pendekatan humanis dan dialogis, serta pelaksanaan operasi kepolisian di tingkat pusat dan kewilayahan.
Menurut Wahyu, keberadaan Polisi di wilayah rawan menjadi bagian penting dalam mencegah konflik dan memastikan pelayanan keamanan tetap menjangkau masyarakat. Ia menegaskan, Polisi harus berada di lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
“Jadi memang pada hakikatnya Polisi ini berada di tempat-tempat kerawanan. Jadi polisi itu memang harus hadir di setiap tempat-tempat yang potensi menimbulkan konflik,” kata Wahyu di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
419 operasi kepolisian digelar
Wahyu menyampaikan, upaya menjaga kamtibmas tercermin dari pelaksanaan 419 operasi kepolisian. Dari jumlah tersebut, sembilan operasi terpusat dilaksanakan di Mabes Polri.
Sementara itu, 410 operasi lainnya dilaksanakan di wilayah oleh Polda-Polda di seluruh Indonesia. Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polisi menjaga keamanan di tengah masyarakat, terutama di daerah yang memiliki potensi kerawanan dan konflik.
Wahyu mengatakan, berbagai upaya tersebut diiringi dengan penurunan angka konflik sosial di Tanah Air. Berdasarkan data yang disampaikannya, peristiwa konflik sosial menurun sebesar 37,5 persen.
Selain jumlah peristiwa, angka korban akibat konflik sosial juga mengalami penurunan. Wahyu menyebut angka korban konflik sosial turun hingga 77,1 persen.
“Komitmen Polisi adalah hadir melayani, mengamankan agenda bangsa, dan tanggap bencana bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.
Peran Bhabinkamtibmas terus dioptimalkan
Untuk memperkuat kehadiran Polisi hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat, peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) terus dioptimalkan. Saat ini, terdapat 40.924 personel Bhabinkamtibmas di seluruh Indonesia.
Namun, jumlah tersebut baru mencakup sekitar 55 persen dari total 83.762 desa di Indonesia. Kondisi itu menjadi salah satu alasan penguatan struktur Polisi di lini terbawah terus didorong.
Wahyu mengatakan, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memiliki visi dan misi untuk memperkuat struktur Polisi di tingkat paling bawah. Salah satu langkah yang ditempuh ialah memperbanyak personel Bhabinkamtibmas di tingkat Polsek.
Penambahan personel tersebut diharapkan dapat memperkuat jangkauan pelayanan serta kehadiran Polisi di tengah masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih mudah menyampaikan persoalan keamanan dan memperoleh pelayanan kepolisian.
Polsek menjadi ujung tombak pelayanan
Wahyu menjelaskan, Polsek merupakan sentra pelayanan sekaligus ujung tombak Polisi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, pemenuhan personel Bhabinkamtibmas akan dilakukan secara bertahap.
Pemenuhan kebutuhan personel tersebut, kata Wahyu, lain dilakukan melalui pembukaan rekrutmen anggota Polisi. Penambahan personel diharapkan dapat mendukung pelayanan kepolisian pada tingkat paling dekat dengan warga.
Menurut Wahyu, keberadaan personel yang memadai di tingkat bawah akan memudahkan masyarakat ketika membutuhkan pelayanan Polisi. Penguatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan publik di tingkat Polsek dapat berjalan dengan baik.
“Sehingga, ketika itu semua pelayanan-pelayanan masyarakat di level terbawah ini terpenuhi, saya pikir masyarakat akan terlayani dengan baik. Jadi kalau mau cari polisi nggak sulit,” tutup Wakapolri.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















