Headline.co.id, Malinau ~ – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong percepatan pembangunan konektivitas melalui penyusunan konsep induk jalan perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara). Konsep tersebut disiapkan untuk periode 2027–2029 dengan perkiraan kebutuhan anggaran mencapai Rp32 triliun. Rencana itu dibahas Tito bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Malinau dalam rapat koordinasi di Kantor Bupati Malinau, Selasa (6/10/2026).
Penyusunan konsep induk jalan perbatasan Kaltara diarahkan untuk menekan biaya distribusi logistik di daerah terisolasi. Dokumen tersebut akan memuat tahapan pembangunan serta peta kebutuhan infrastruktur jalan secara lebih terarah, sehingga pembangunan konektivitas di kawasan perbatasan dapat dikawal secara lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Konsep Jalan Perbatasan Kaltara Akan Disampaikan kepada Presiden
Tito mengatakan, konsep induk itu masih akan dimatangkan setelah kunjungan ke sejumlah wilayah di Kaltara. Dalam rangkaian agenda tersebut, ia menyebut akan menuju Krayan, mengikuti rapat di Tanjung Selor, kemudian berkunjung ke Sebatik sebelum kembali untuk menyempurnakan konsep pembangunan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Saya ke Krayan untuk juga melihat situasi dan malam mungkin kita akan rapat lagi di Tanjung Selor. Besok saya ke Sebatik, setelah itu saya akan kembali, kita akan matangkan dulu konsepnya,” ujar Tito melalui keterangan resmi dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Malinau.
Setelah penyusunan konsep induk selesai, dokumen perencanaan tersebut akan langsung disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia. Dokumen itu akan menjadi bahan pengawalan pembangunan jalan perbatasan yang melibatkan kementerian dan pemerintah daerah.
Akses Jalan Perbatasan Kaltara Berkaitan dengan Harga Komoditas
Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menyambut positif langkah Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat pembangunan konektivitas di wilayah perbatasan. Menurut dia, keterbatasan akses darat selama ini berkontribusi terhadap tingginya biaya distribusi logistik dan harga komoditas yang diterima masyarakat.
Zainal menilai, pembukaan akses darat akan memberi dampak langsung terhadap biaya distribusi. “Dengan terbukanya akses darat, biaya distribusi bisa ditekan sehingga harga komoditas yang diterima masyarakat juga lebih terjangkau,” kata Zainal.
Persoalan akses tersebut menjadi salah satu konteks utama dalam penyusunan konsep induk jalan perbatasan Kaltara. Infrastruktur jalan tidak hanya dibutuhkan untuk menghubungkan wilayah, tetapi juga untuk mendukung kelancaran distribusi logistik menuju daerah yang selama ini sulit dijangkau melalui jalur darat.
Jalur Apau Kayan Belum Optimal Saat Musim Hujan
Bupati Malinau Wempi W. Mawa turut menyoroti sejumlah ruas jalan strategis di kawasan Apau Kayan yang membutuhkan percepatan perbaikan. Ruas yang disebut lain jalur Long Kemuat–Pujungan dan Long Nawang–Pujungan.
Menurut Wempi, beberapa segmen jalan di kawasan tersebut sebenarnya telah tersedia. Namun, jalur itu belum berfungsi secara optimal karena masih sulit dilalui, terutama ketika musim hujan.
“Pada sejumlah segmen tersebut, jalur telah tersedia, namun belum dapat berfungsi secara optimal karena kondisi jalan masih sulit dilalui, terutama saat musim hujan,” ungkap Wempi.
Kondisi itu menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur yang perlu dipetakan dalam konsep induk pembangunan jalan perbatasan Kaltara periode 2027–2029. Melalui pemetaan tahapan pembangunan dan kebutuhan jalan, pemerintah menargetkan rencana konektivitas di kawasan perbatasan dapat disusun secara lebih terarah.
Perkiraan kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan konsep pembangunan jalan perbatasan tersebut mencapai Rp32 triliun. Setelah konsep dimatangkan dan disampaikan kepada Presiden, dokumen itu diharapkan menjadi dasar pengawalan pembangunan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















