Headline.co.id ~ Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) merupakan langkah strategis untuk mengembalikan koperasi sebagai arus utama perekonomian nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam podcast Gedung Belakang yang akan ditayangkan melalui kanal YouTube Indonesia.go.id, Senin (3/8/2026). Menurut Ferry, KDMP dibentuk sebagai bagian dari transformasi ekonomi kerakyatan yang diusung Presiden Prabowo Subianto dan berlandaskan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pembentukan koperasi tersebut dilakukan melalui musyawarah desa dan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), bukan semata-mata melalui pendekatan top-down.
Ferry mengatakan Koperasi Desa Merah Putih bukan program yang disusun secara mendadak. Menurut dia, gagasan tersebut berakar pada sejarah ekonomi Indonesia dan pemikiran kebangsaan yang menempatkan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat.
“Sebetulnya Kopdes itu adalah ilham kebangsaan. Koperasi merupakan warisan para perintis republik dan memang menjadi arus utama ekonomi Indonesia,” ujar Ferry.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
KDMP dan Arah Ekonomi Kerakyatan
Ferry menjelaskan, Presiden Prabowo memiliki kedekatan historis dengan gagasan koperasi. Kedekatan itu, menurut dia, lain terbentuk dari pengalaman Presiden saat bertugas sebagai prajurit dan melihat langsung kesulitan masyarakat desa.
Presiden Prabowo juga disebut terinspirasi oleh pemikiran para pendiri bangsa, termasuk Bung Hatta, serta sejarah panjang keluarga besarnya dalam gerakan koperasi. Selain itu, Presiden mempelajari berbagai dokumen pembangunan nasional, termasuk konsep pembangunan semesta berencana yang menjadi salah satu referensi dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi Indonesia.
Ferry menilai arah pembangunan ekonomi nasional dalam beberapa dekade terakhir cenderung bergeser menuju mekanisme pasar yang terlalu bebas. Pergeseran itu dinilai berdampak pada berkurangnya semangat gotong royong dalam perekonomian.
“Kalau koperasi tidak lagi menjadi mainstream ekonomi kita, berarti ada yang menggeser arah ekonomi bangsa ini. Karena sejatinya kekuatan ekonomi Indonesia dibangun atas nilai kebersamaan dan gotong royong,” kata Menteri Koperasi.
Menurut Ferry, Presiden Prabowo telah menetapkan tiga arah besar pembangunan ekonomi nasional. Pertama, mengembalikan garis ideologi ekonomi Indonesia sesuai amanat konstitusi. Kedua, menjalankan berbagai program ekonomi kerakyatan sebagai strategi transformasi ekonomi nasional. Ketiga, memperkuat nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan ekonomi.
Strategi tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen. Pada saat yang sama, manfaat pembangunan diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat dan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.
Lokasi KDMP Ditentukan melalui Musyawarah Desa
Menanggapi kritik mengenai lokasi KDMP yang dinilai kurang ideal di sejumlah daerah, Ferry mengatakan pemerintah memahami adanya keterbatasan lahan di beberapa desa. Namun, ia menegaskan bahwa penentuan lokasi dilakukan melalui mekanisme musyawarah desa dan disepakati bersama oleh masyarakat.
“Melalui musyawarah desa, penentuan lokasi diputuskan bersama. Jadi tidak dilakukan secara asal,” ujarnya.
Ferry juga membantah anggapan bahwa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sepenuhnya bersifat top-down. Pemerintah memang memberikan arahan melalui Instruksi Presiden dan regulasi terkait. Namun, pembentukan badan hukum koperasi tetap dilakukan melalui Musdesus.
Ia menilai kehadiran negara dalam pembangunan koperasi merupakan bagian dari amanat konstitusi. Negara, kata Ferry, memiliki kewajiban untuk hadir dalam upaya membangun perekonomian rakyat.
“Negara hadir itu sesuai Pasal 33 UUD 1945. Justru negara diwajibkan hadir dalam membangun perekonomian rakyat,” tegasnya.
Operasional KDMP Disiapkan Bertahap
Ferry optimistis Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang bersinergi dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan sektor swasta. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat perekonomian nasional sekaligus memperluas manfaat program ekonomi kerakyatan.
Pemerintah juga menyiapkan operasional KDMP secara bertahap. Salah satu persiapannya adalah penempatan sekitar 30 ribu manajer koperasi di seluruh Indonesia mulai Agustus 2026.
Para manajer koperasi tersebut akan ditempatkan setelah menyelesaikan pelatihan dan sertifikasi kompetensi. Langkah itu menjadi bagian dari persiapan pemerintah agar pelaksanaan operasional Koperasi Desa Merah Putih berjalan sesuai arah pembangunan ekonomi kerakyatan yang telah ditetapkan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















