Headline.co.id ~ Teluk Kuantan, Sebanyak 1.789 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, sejak 19 Agustus hingga 6 Oktober 2026. Kasus tersebut tercatat di fasilitas kesehatan ketika kualitas udara di wilayah itu memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Rabu (7/10/2026), Pemerintah Kabupaten Kuansing melaporkan kualitas udara di delapan titik pemantauan berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Peningkatan pencemaran udara terjadi secara merata, terutama pada pagi hari. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuantan Singingi Doddy Fitrawan mengatakan, dua wilayah, yakni Petai dan Muara Lembu, mencatat angka di atas 200 yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Kasus ISPA di Kuansing Bertambah sejak Pertengahan Agustus
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi Aswandi mengatakan, kasus ISPA terus tercatat di fasilitas pelayanan kesehatan sejak pertengahan Agustus 2026. Jumlah kasus bertambah dalam tiga periode pencatatan, yakni akhir Agustus, September, dan awal Oktober.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pada periode 19–31 Agustus 2026, tercatat 649 kasus ISPA. Jumlah itu kemudian bertambah 1.001 kasus sepanjang September dan 139 kasus pada 1–6 Oktober 2026.
“Sepanjang periode 19 hingga 31 Agustus terdata sebanyak 649 kasus. Angka ini terus bertambah signifikan pada bulan September dengan 1.001 kasus baru. Sementara untuk periode 1 hingga 6 Oktober saja, kami mencatat sudah ada 139 kasus ISPA,” kata Aswandi.
Jika seluruh data tersebut diakumulasikan, jumlah kasus ISPA di Kabupaten Kuantan Singingi selama 19 Agustus hingga 6 Oktober 2026 mencapai 1.789 kasus.
Udara di Petai dan Muara Lembu di Atas Angka 200
Doddy mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan peningkatan pencemaran udara terjadi di delapan wilayah yang dipantau Pemerintah Kabupaten Kuansing. Kondisi terburuk ditemukan pada pagi hari di Petai dan Muara Lembu.
“Hasil pemantauan lapangan mencatat peningkatan pencemaran yang merata di delapan wilayah. Dua daerah, yakni Petai dan Muara Lembu, bahkan menembus angka di atas 200 pada pagi hari yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat,” kata Doddy.
Pemerintah Kabupaten Kuansing terus memantau kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat untuk menekan risiko dampak kabut asap yang lebih luas.
Fasilitas Kesehatan Disiagakan
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuantan Singingi telah menyiagakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya pasien dengan gangguan pernapasan.
Masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia, diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Warga juga diminta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau keluhan pernapasan lainnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















