Headline.co.id, Padang ~ Pemerintah Kota Padang menargetkan 400 guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TQA) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) mengikuti pembekalan peningkatan mutu sepanjang Oktober 2026. Program ini dilakukan untuk memperkuat pelaksanaan Smart Surau melalui pembelajaran Tahsin, Tahfidz, dan Tafsir (3T). Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka pelatihan tersebut di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Padang, Rabu (7/10/2026). Pembekalan digelar bertahap agar peningkatan kapasitas guru dapat menjangkau lebih banyak pendidik di Kota Padang.
Gelombang Pertama Diikuti 100 Guru
Pada gelombang pertama, pembekalan peningkatan mutu diikuti 100 guru TQA/MDTW dari lima kecamatan. Kelima kecamatan itu adalah Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, Padang Utara, dan Padang Barat.
Pemerintah Kota Padang selanjutnya akan memperluas pembekalan hingga mencapai target 400 guru selama Oktober 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Padang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis mengatakan pelaksanaan secara bertahap dilakukan untuk memastikan semakin banyak guru memperoleh peningkatan kapasitas.
“Gelombang pertama diikuti 100 peserta dari lima kecamatan. Target kita 400 guru dapat menuntaskan pembekalan sepanjang bulan ini untuk membumikan Al-Qur’an dan memperkuat Smart Surau,” kata Zul Asfi.
Guru Didorong Menjadi Teladan
Maigus Nasir mengatakan kualitas pembelajaran di surau dan masjid tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan. Kemampuan guru menjadi teladan bagi peserta didik juga dinilai berperan dalam keberhasilan proses pendidikan.
Karena itu, para pendidik didorong menghadirkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Proses belajar juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Keberhasilan pembelajaran di surau maupun masjid sangat bergantung pada peran dan keteladanan guru serta sinergi dengan orang tua,” ujar Maigus.
Wakil Wali Kota Padang itu juga mendorong guru meneladani sifat Rasulullah SAW dalam mendidik anak. Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembelajaran agama tidak berlangsung monoton dan dapat membangun minat anak untuk belajar serta memahami Al-Qur’an.
Smart Surau Berbasis Pembelajaran 3T
Penguatan kapasitas guru menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Smart Surau. Program tersebut menempatkan Tahsin, Tahfidz, dan Tafsir sebagai bagian utama pembinaan.
Tahsin, Tahfidz, dan Tafsir tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Ketiganya juga ditujukan untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an.
Melalui pembelajaran 3T, Pemerintah Kota Padang berharap Smart Surau dapat menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda. Program itu diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi berkembang sebagai ekosistem pendidikan yang melibatkan guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat.
Pemkot Padang Siapkan Bentuk Apresiasi
Selain pembekalan bagi guru, Pemerintah Kota Padang menyiapkan sejumlah bentuk apresiasi untuk mendorong semangat guru dan peserta program Smart Surau.
Apresiasi tersebut lain berupa insentif bagi guru mengaji, uang tunai, hingga hadiah umrah bagi peserta program. Pemerintah kota berharap dukungan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan pembinaan keagamaan serta meningkatkan keterlibatan para pendidik dan peserta.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.






