Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang progres fisiknya telah mencapai 91,27 persen hingga 2 Agustus 2026. Fasilitas pendidikan berasrama gratis itu ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026 agar segera dapat dimanfaatkan. Percepatan dilakukan Kementerian PU bersama pihak terkait setelah proyek menghadapi kendala teknis berupa kondisi tanah berbatuan yang memperlambat pekerjaan fondasi.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat tersebut pada Senin (3/8/2026). Dalam peninjauan itu, Dody menyampaikan bahwa penyelesaian proyek terus dikebut dengan mengoptimalkan metode konstruksi serta menambah tenaga kerja di lapangan.
Tanah Berbatuan Hambat Pekerjaan Fondasi
Dody mengatakan, kondisi tanah yang keras menjadi salah satu faktor yang membuat pekerjaan fondasi membutuhkan waktu lebih lama. Selain persoalan tersebut, proyek juga menghadapi beberapa kendala teknis lainnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Memang kendalanya kemarin tanahnya keras, sehingga perlu waktu cukup lama untuk bikin fondasinya. Di samping itu ada beberapa kendala teknis lainnya. Ini lagi terus kita percepat. Mudah-mudahan akhir Agustus ini sudah selesai,” ujar Dody saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju.
Untuk menghadapi kondisi tanah berbatuan, pelaksana proyek menerapkan metode pre-boring berbatu. Metode ini dilakukan melalui pengeboran awal sebelum pemasangan tiang pancang untuk memecah lapisan tanah berbatu.
Penerapan pre-boring berbatu ditujukan agar proses pemancangan dapat berlangsung lebih aman dan tidak merusak struktur tiang. Penggunaan metode tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian PU mengatasi kendala teknis yang muncul selama pembangunan.
Kementerian PU Koordinasi dengan TNI dan Hutama Karya
Selain mengoptimalkan metode konstruksi, Kementerian PU akan memperkuat koordinasi dengan TNI dan PT Hutama Karya (Persero) selaku kontraktor pelaksana. Koordinasi itu dilakukan untuk menambah tenaga kerja dan mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Mamuju.
“Untuk percepatan kita akan berkoordinasi lagi dengan TNI untuk menambah tenaga dan direksi BUMN Karya, dalam hal ini PT Hutama Karya,” kata Dody.
Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju dikerjakan oleh 1.621 tenaga kerja. Pembangunan berlangsung di Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju, di atas lahan seluas 8,03 hektare.
Total luas bangunan yang disiapkan mencapai 40.958 meter persegi. Dengan progres fisik yang sudah mencapai 91,27 persen pada 2 Agustus 2026, Kementerian PU mempertahankan target penyelesaian pada akhir Agustus 2026.
Fasilitas Pendidikan Berasrama untuk SD hingga SMA
Sekolah Rakyat Mamuju dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama. Sekolah ini akan melayani jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA.
Sejumlah fasilitas disiapkan untuk mendukung kegiatan belajar dan kehidupan siswa selama berada di kawasan sekolah. Fasilitas tersebut meliputi ruang belajar, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, masjid, guest house, kantin, dapur umum, dan lapangan basket.
Kawasan itu juga akan dilengkapi sistem pengawasan CCTV yang beroperasi selama 24 jam. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari fasilitas pendukung Sekolah Rakyat sebagai layanan pendidikan berasrama gratis.
Pelaksanaan MPLS Menyesuaikan Kesiapan Daerah
Menteri Dody juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di berbagai daerah tidak berlangsung secara serentak. Jadwalnya menyesuaikan kesiapan masing-masing pemerintah daerah.
Penyesuaian itu mencakup kesiapan peserta didik dan tenaga pendidik. Dengan demikian, pelaksanaan MPLS di setiap daerah dapat mengikuti kondisi dan kesiapan penyelenggaraannya masing-masing.
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari dukungan Kementerian PU terhadap program prioritas nasional di bidang pendidikan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas.
Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka kemiskinan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















