Headline.co.id ~ Kompetensi digital aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus ditingkatkan melalui Pelatihan Literasi Digital Cerdas Digital (Cerdig) Batch 3. Pelatihan yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital (BPSDM Kemkomdigi RI) itu berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut ditujukan untuk mempercepat implementasi pemerintahan digital dan meningkatkan kemampuan ASN menghadapi transformasi birokrasi. Langkah ini juga berkaitan dengan target nasional agar 90 persen ASN Indonesia memiliki kompetensi digital optimal pada 2029.
Pelatihan bertema “Transformasi ASN Menuju Birokrasi Digital yang Adaptif” itu menyoroti kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung pemerintahan digital. Selain kemampuan menggunakan teknologi, ASN didorong memahami keamanan informasi, perlindungan data pribadi, etika digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab.
Kompetensi Digital ASN Jatim Masih Perlu Ditingkatkan
Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin mengatakan, pengembangan kompetensi digital ASN merupakan amanat kebijakan nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Namun, hasil pemetaan kompetensi digital ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2025 menunjukkan masih terdapat kesenjangan kemampuan. Sebanyak 32,48 persen ASN tercatat telah memiliki kompetensi digital optimal, sedangkan 67,52 persen lainnya masih memerlukan peningkatan kompetensi digital.
“Berdasarkan hasil pemetaan kompetensi digital ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2025, sebanyak 32,48 persen ASN telah memiliki kompetensi digital optimal. Sementara 67,52 persen lainnya masih memerlukan peningkatan kompetensi digital,” ujar Sherlita.
Menurut Sherlita, pelatihan tersebut diharapkan dapat membangun budaya kerja digital dan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan. Kegiatan itu juga diarahkan untuk meningkatkan keamanan informasi, termasuk perlindungan data pribadi, serta mendorong pemanfaatan teknologi terbaru seperti AI untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Transformasi Digital Tidak Cukup dengan Infrastruktur
Ketua Tim Literasi Digital Segmen Pemerintahan dan Lansia BPSDM Kemkomdigi RI Bambang Tri Santoso menegaskan, transformasi digital tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur dan aplikasi. Kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar teknologi dapat digunakan secara tepat dalam pelayanan publik.
“ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki literasi digital yang kuat. ASN Jawa Timur diharapkan menjadi pelopor penggunaan teknologi yang cerdas, kritis, bijak, dan bertanggung jawab,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, narasumber dari BPSDM Kemkomdigi RI Machmudan Sadik memaparkan konsep kecakapan digital melalui pendekatan 3S+AI. Konsep itu mencakup Smartphone, Social Media, Search Engine, dan Artificial Intelligence.
Pendekatan 3S+AI tersebut diharapkan mendorong ASN menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Materi yang disampaikan juga mencakup peningkatan kesadaran terhadap keamanan digital, perlindungan data pribadi, serta ancaman siber.
ASN Diingatkan Menjaga Etika Digital
Pandu Literasi Digital Segmen Pemerintahan Kabupaten Banggai Laut Dian Rizky Efilijunita mengingatkan ASN mengenai pentingnya penerapan etika digital atau netiquette. Etika tersebut mencakup kesopanan dalam berkomunikasi, penghargaan terhadap perbedaan, perlindungan privasi, dan kewajiban memastikan kebenaran informasi.
ASN juga perlu memahami dampak jejak digital dari setiap aktivitas di ruang daring. Mereka didorong berperan aktif menciptakan ruang digital yang aman dengan tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten negatif lainnya.
Selain itu, pemanfaatan AI harus dilakukan secara etis dengan memperhatikan transparansi, akurasi, dan penghormatan terhadap hak cipta. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi digital ASN Jatim agar transformasi birokrasi tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan dan tanggung jawab penggunanya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















