Headline.co.id, Padang ~ Pemerintah Kota Padang memperkuat kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) untuk meningkatkan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekaligus mempercepat penguatan ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi ini dibahas Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) APPMBGI Sumatra Barat di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (4/8/2026).
Program MBG di Padang diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM, petani, nelayan, dan peternak. Pemko Padang mendorong pemenuhan bahan pangan untuk SPPG berasal dari pelaku usaha lokal agar manfaat program tersebar ke berbagai sektor.
Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 72 SPPG atau sekitar 75 persen dari target 96 SPPG telah beroperasi di Kota Padang. Pemerintah menargetkan seluruh SPPG beroperasi secara bertahap hingga akhir 2026, dengan evaluasi rutin setiap bulan untuk menjaga kualitas layanan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penguatan standar layanan dan rantai pasok
Dalam pertemuan tersebut, Maigus Nasir menegaskan bahwa MBG merupakan salah satu program strategis nasional. Karena itu, pelaksanaannya perlu didukung tata kelola yang baik, mulai dari standar operasional dapur, keamanan pangan, hingga penguatan rantai pasok bahan baku.
“Program MBG merupakan agenda besar negara. Karena itu, seluruh SPPG, perangkat daerah, termasuk dukungan APPMBGI, sangat penting untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan penerima manfaat lainnya melalui layanan yang berkualitas,” ujar Maigus.
Menurut dia, keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari tersalurkannya makanan bergizi. Dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan program tersebut.
“Standarisasi rantai pasok harus diperkuat agar pasar tradisional, UMKM, petani, nelayan, dan peternak lokal terintegrasi dalam ekosistem pemasok MBG. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Maigus mengatakan, penguatan tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Padang agar seluruh SPPG di Kota Padang menjadi yang terbaik. Langkah itu juga disebut sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar serta mendukung Program Unggulan Padang Juara.
Target seluruh SPPG beroperasi akhir 2026
Pemko Padang mencatat 72 SPPG telah beroperasi dari target 96 SPPG hingga awal Agustus 2026. Dengan capaian sekitar 75 persen tersebut, pemerintah akan melanjutkan pengoperasian SPPG secara bertahap hingga seluruh target terpenuhi pada akhir 2026.
Evaluasi rutin setiap bulan akan dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Evaluasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pemenuhan gizi serta memastikan pengelolaan dapur dan rantai pasok berjalan sesuai kebutuhan program.
Pertemuan Pemko Padang dan APPMBGI turut dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka lain Kepala Dinas Kesehatan Sri Kurniayati, Kepala Dinas Perdagangan Fizlan Setiawan, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Alfiadi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teddy Antonius, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fadelan Fitra Masta, serta Kepala Dinas Pertanian Yoice Yuliani.
Dari APPMBGI Sumatra Barat hadir Ketua DPD M. Sayuti bersama jajaran pengurus.
APPMBGI usulkan nota kesepahaman
Ketua DPD APPMBGI Sumatra Barat M. Sayuti menyatakan organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan MBG yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
APPMBGI juga menargetkan Padang menjadi kota percontohan pengelolaan MBG di Sumatra Barat hingga tingkat nasional. Untuk mendukung target tersebut, organisasi itu mengusulkan nota kesepahaman dengan Pemko Padang.
“Kami menargetkan Padang menjadi kota percontohan pengelolaan Program MBG di Sumatra Barat bahkan tingkat nasional. Untuk itu, APPMBGI mengusulkan terjalinnya nota kesepahaman dengan Pemko Padang agar pembagian peran, target, dan tanggung jawab seluruh pihak dapat berjalan lebih jelas dan terstruktur,” ujar Sayuti.
Melalui penguatan sinergi tersebut, Pemko Padang berharap MBG dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Program ini juga diharapkan membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal serta membangun ekosistem pelayanan gizi yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















