Headline.co.id, Jakarta ~ Minum es bikin flu makin parah masih menjadi anggapan yang banyak dipercaya ketika seseorang mengalami hidung tersumbat atau tubuh lemas. Namun, minuman dingin, termasuk es, tetap boleh dikonsumsi saat flu selama tubuh dapat menerimanya dan kebutuhan cairan harian terpenuhi. Informasi tersebut dimuat di Jakarta pada Selasa, 6 Oktober 2026, dengan mengutip Health New Zealand pada Senin, 5 Oktober 2026. Cairan dibutuhkan penderita flu untuk membantu tubuh melawan infeksi dan mendukung proses pemulihan.
Dalam artikel kesehatan itu disebutkan tidak ada anjuran yang melarang konsumsi minuman dingin selama flu. Karena itu, anggapan bahwa minum es secara otomatis memperparah flu tidak menjadi dasar untuk menghindari seluruh minuman dingin.
Hal yang lebih penting adalah memastikan tubuh tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup. Seseorang yang sedang mengalami infeksi seperti flu dianjurkan memenuhi kebutuhan sedikitnya delapan gelas cairan setiap hari, meskipun rasa haus tidak terlalu terasa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Minum Es Bikin Flu Makin Parah? Perhatikan Kondisi Tubuh
Minuman dingin dapat dikonsumsi selama penderita flu merasa tubuhnya dapat menerima minuman tersebut. Artinya, pilihan suhu minuman bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang sedang sakit.
Asupan cairan tetap menjadi perhatian utama karena flu sering menimbulkan rasa tidak nyaman. Gejala seperti hidung tersumbat dan tubuh lemas dapat membuat seseorang tidak nyaman untuk minum dalam jumlah banyak sekaligus.
Dalam kondisi tersebut, konsumsi minuman secara bertahap dapat dilakukan. Jika sulit menghabiskan satu gelas sekaligus, seseorang dapat minum sedikit demi sedikit setiap beberapa menit.
Es batu atau es loli juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang kesulitan minum dalam jumlah banyak pada satu waktu. Mengisap es batu disebut dapat menjadi alternatif untuk membantu memenuhi asupan cairan tubuh.
Cairan Membantu Proses Pemulihan Flu
Health New Zealand menjelaskan bahwa orang yang mengalami infeksi seperti flu perlu minum cukup cairan. Asupan tersebut membantu tubuh melawan infeksi sekaligus mendukung proses pemulihan.
Kecukupan cairan juga berkaitan dengan kondisi lendir pada saluran pernapasan. Infeksi saluran pernapasan seperti flu dapat disertai penumpukan lendir di paru-paru.
Ketika tubuh kekurangan cairan, lendir dapat menjadi lebih kental dan lebih sulit dikeluarkan. Kondisi itu dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti pneumonia.
Atas dasar itu, fokus utama selama mengalami flu bukan semata-mata menghindari minuman dingin, melainkan menjaga agar tubuh tidak kekurangan cairan. Minuman dingin tetap dapat dipilih apabila dapat diterima dengan baik oleh tubuh.
Penderita flu perlu memperhatikan jumlah cairan yang diminum sepanjang hari, termasuk ketika rasa haus tidak terlalu terasa. Target yang disebutkan dalam informasi tersebut adalah setidaknya delapan gelas cairan per hari.
Jika minum satu gelas penuh terasa sulit, asupan dapat dilakukan secara perlahan dengan jeda beberapa menit. Cara ini dapat membantu seseorang tetap minum tanpa harus menghabiskan banyak cairan sekaligus.
Mengisap es batu juga disebut sebagai salah satu alternatif. Selain itu, es loli dapat dipilih ketika seseorang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan cairan melalui minuman dalam jumlah banyak.
Dengan demikian, minum es saat flu tidak secara otomatis membuat gejala menjadi lebih parah. Selama tubuh dapat menerimanya, minuman dingin tetap boleh dikonsumsi, sementara kecukupan cairan perlu dijaga untuk membantu proses pemulihan dan mencegah lendir menjadi semakin kental.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















