Headline.co.id, Batam ~ Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batam mendukung Program Nasional 3 Juta Rumah melalui kebijakan strategis penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Komitmen itu disampaikan Amsakar saat mengikuti penilaian pemerintah daerah berprestasi dalam implementasi Program 3 Juta Rumah secara virtual dari Kantor Wali Kota Batam, Jumat (7/8/2026). Evaluasi tersebut dilakukan pemerintah pusat terhadap daerah yang dinilai berhasil menerapkan kebijakan penyediaan hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam pemaparannya, Amsakar menjelaskan strategi Batam menyukseskan Program 3 Juta Rumah dengan menyediakan lahan, mempercepat perizinan dan penataan ruang, membangun rumah bagi MBR, menangani rumah tidak layak huni (RTLH), serta melakukan digitalisasi data perumahan. Kebijakan itu ditempuh untuk menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat akibat pertumbuhan penduduk, arus investasi, dan urbanisasi di Batam.
Perumahan Jadi Prioritas Pembangunan Batam
Amsakar menyampaikan sektor perumahan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kota Batam. Pertumbuhan penduduk yang pesat dan meningkatnya aktivitas investasi mendorong kebutuhan terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Kondisi tersebut, menurut dia, membutuhkan perencanaan yang matang serta berkelanjutan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Rumah bukan sekadar bangunan, tetapi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Amsakar.
Untuk mendukung penyediaan hunian, Pemko Batam menerapkan sejumlah kebijakan strategis. Langkah tersebut mencakup penyediaan lahan untuk pembangunan perumahan, kemudahan perizinan dan penataan ruang, percepatan pembangunan rumah bagi MBR, penanganan RTLH, hingga digitalisasi data perumahan.
Berbagai kebijakan tersebut diselaraskan dengan visi pembangunan Batam sebagai kota baru yang maju, modern, dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Batam juga memberikan insentif untuk mempercepat pembangunan rumah bersubsidi.
Insentif Rumah Bersubsidi dan Penguatan Infrastruktur
Insentif yang disiapkan Pemko Batam meliputi pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kebijakan ini ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan rumah bersubsidi.
Selain insentif, pemerintah memperkuat pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) di kawasan permukiman. Infrastruktur yang dibangun meliputi jalan, drainase, penerangan jalan umum, serta jaringan air bersih.
Menurut Amsakar, penyediaan rumah tidak dapat dipisahkan dari pembangunan lingkungan permukiman. Karena itu, konsep yang diterapkan di Batam tidak hanya berfokus pada pembangunan unit rumah, tetapi juga menghadirkan infrastruktur dan fasilitas pendukung.
Kawasan permukiman terpadu tersebut dirancang dengan jalan, drainase, jaringan air bersih, listrik, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, ruang terbuka hijau, serta fasilitas sosial dan ekonomi. Pendekatan itu diharapkan menciptakan kawasan permukiman yang sehat, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi Jadi Kunci Program 3 Juta Rumah
Amsakar menegaskan keberhasilan Program Nasional 3 Juta Rumah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemko Batam terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, BP Batam, pengembang, perbankan, akademisi, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diperlukan agar penyediaan hunian layak dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Pemerintah Kota Batam berharap kerja sama antarpihak dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kota investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi.
“Kami percaya kolaborasi adalah kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan dukungan seluruh pihak, kami optimistis target penyediaan rumah layak bagi masyarakat dapat diwujudkan sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kota investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Amsakar menambahkan, pembangunan hunian memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat.
“Membangun rumah adalah membangun harapan, membangun kawasan berarti membangun masa depan,” imbuhnya.
Melalui kebijakan dan inovasi tersebut, Pemko Batam optimistis dapat memberikan kontribusi nyata terhadap keberhasilan Program Nasional 3 Juta Rumah. Program itu diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, berkualitas, dan berkelanjutan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















