Headline.co.id, Jogja ~ Kementerian Agama menggelar uji kompetensi Tartil Al-Qur’an bagi 2.269 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) setelah mereka mengikuti pendidikan dan latihan secara daring selama sebulan. Uji kompetensi tersebut dilaksanakan secara tatap muka pada Sabtu (3/10/2026) di empat lokasi, yakni Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jakarta. Program ini digelar untuk meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an guru PAI yang mengajarkan pendidikan agama di sekolah umum. Penilaian dilakukan melalui uji kompetensi agar hasilnya lebih objektif.
“Setelah sebulan diklat, kami saat ini secara bertahap mulai menggelar uji kompetensi baca Al-Qur’an bagi guru PAI,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno di Yogyakarta, Sabtu (3/10/2026).
Uji Kompetensi Tartil Al-Qur’an di Empat Lokasi
Direktur Pendidikan Agama Islam M. Munir mengatakan uji kompetensi angkatan pertama dilakukan secara tatap muka untuk memperoleh penilaian yang objektif. Sebanyak 2.269 peserta mengikuti uji kompetensi tersebut dengan sebaran 504 peserta dari Banten, 184 peserta dari DI Yogyakarta, 258 peserta dari DKI Jakarta, dan 1.323 peserta dari Jawa Barat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Uji kompetensi dilaksanakan di empat titik. Peserta di Yogyakarta mengikuti kegiatan di Pondok Pesantren Al-Munawwir, peserta dari Jawa Barat di Masjid Al-Jabbar, peserta Banten di Kanwil Kemenag Banten, dan peserta Jakarta di Universitas PTIQ.
“Kami masih bekerja sama dengan Universitas PTIQ Jakarta sebagai universitas yang sudah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk pendidikan dan pelatihan Al-Qur’an. Saat ini sedang dilakukan uji kompetensi di empat titik lokasi, yakni di Yogyakarta (Pondok Pesantren Al-Munawwir), Jawa Barat (Masjid Al-Jabbar), Banten (di Kanwil Kemenag Banten) dan di Jakarta (Universitas PTIQ),” ujar M. Munir saat memberikan arahan kepada 184 peserta di Pesantren Al-Munawwir Yogyakarta.
Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an angkatan pertama berlangsung sejak 7 September 2026 dan berakhir pada 3 Oktober 2026 dengan pelaksanaan uji kompetensi. Sebelumnya, peserta mengikuti pendidikan dan latihan secara online selama sekitar satu bulan.
Program Berbasis Hasil Asesmen Guru PAI
Amien Suyitno menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Asesmen Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) Guru PAI yang dilakukan pada 2025. Asesmen itu dilaksanakan Direktorat Pendidikan Agama Islam bersama Universitas PTIQ Jakarta terhadap guru PAI di enam provinsi, yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Hasil asesmen menunjukkan 12,5 persen peserta berada pada level mahir, yakni mampu membaca Al-Qur’an secara tartil dan memenuhi kaidah ilmu tajwid. Sebanyak 30,6 persen berada pada level menengah, sedangkan 56 persen berada pada level pratama atau dasar.
Pada 2025, Direktorat PAI juga bekerja sama dengan Universitas PTIQ dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengukur Indeks Baca Al-Qur’an guru PAI pada sekolah umum. Pengukuran terhadap 248.677 guru PAI itu menunjukkan 11,3 persen berada pada level mahir, 30,3 persen pada level madya, dan 57,17 persen pada level pratama atau dasar.
“Mengacu pada hasil asesmen TBQ tahun lalu, maka kita lakukan pendidikan dan latihan peningkatan kompetensi Tartil Al-Qur’an. Untuk tahun ini ada 6.666 peserta dari provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta untuk mengikuti Program Peningkatan Kompetensi ini yang dibagi ke dalam tiga batch,” kata Amien.
Peserta Lulus Mendapatkan Sertifikat
M. Munir menyampaikan, uji kompetensi hanya menghasilkan dua status, yakni lulus dan tidak lulus. Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat, sedangkan peserta yang belum lulus harus mengikuti pendidikan dan pelatihan kembali.
“Pada uji kompetensi ini hanya ada dua hasil, yakni lulus dan tidak lulus. Yang lulus akan mendapatkan sertifikat dan yang belum lulus harus melakukan pendidikan dan pelatihan lagi,” tegas M. Munir.
Amien berharap Program Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an guru PAI yang mengajarkan materi tersebut di sekolah-sekolah umum.
M. Munir mengatakan peningkatan kompetensi guru ditujukan untuk memperkuat literasi baca Al-Qur’an siswa di sekolah umum. Menurut dia, jumlah siswa di sekolah umum mencapai lebih dari 51 juta orang. Program tersebut juga mendapatkan dukungan dari Kementerian PPN/Bappenas.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















