Headline.co.id, Jakarta ~ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat penilaian positif dari mayoritas masyarakat yang mengetahui atau pernah menyaksikan menu program tersebut. Berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO), sebanyak 58 persen responden menilai menu MBG telah memenuhi standar gizi yang baik. Temuan itu tercantum dalam Paparan Hasil Survei IPO yang diterima di Jakarta pada Senin (10/8/2026), saat kualitas pelaksanaan program MBG menjadi bagian dari evaluasi publik.
Survei tersebut menggambarkan penilaian masyarakat terhadap kandungan gizi makanan dalam paket MBG. Responden ditanya apakah menu yang mereka lihat telah memenuhi gizi yang baik. Hasilnya, 35 persen menilai menu MBG belum memenuhi standar gizi, sedangkan 7 persen lainnya tidak memberikan penilaian atau menyatakan tidak tahu.
IPO menyatakan penilaian positif terhadap kualitas gizi menu MBG lebih besar dibandingkan penilaian negatif. “Dengan demikian, persepsi positif terhadap kualitas gizi menu MBG lebih dominan dibandingkan persepsi negatif,” sebut IPO dalam paparan hasil surveinya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Survei itu mencatat, mayoritas responden yang mengetahui menu MBG memberikan penilaian bahwa makanan yang disediakan telah memenuhi standar gizi. Penilaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberadaan program, tetapi juga menyentuh kualitas makanan yang diterima oleh penerima manfaat.
Bagi program yang dirancang untuk menyediakan makanan bergizi, komposisi dan kualitas menu menjadi salah satu aspek penting dalam mengukur keberhasilan pelaksanaan. Karena itu, penilaian masyarakat terhadap menu MBG menjadi bagian dari gambaran mengenai kualitas implementasi program di lapangan.
Meski penilaian positif lebih dominan, temuan 35 persen responden yang menyatakan menu belum memenuhi standar menunjukkan masih adanya perhatian terhadap kecukupan kandungan gizi. Angka tersebut memperlihatkan perlunya memastikan kualitas dan kandungan gizi makanan dapat dirasakan secara konsisten oleh seluruh penerima manfaat.
Sekitar 77 Persen Responden Mengetahui Program MBG
Konteks penilaian terhadap menu MBG diperkuat oleh tingkat pengetahuan masyarakat terhadap program tersebut. IPO mencatat sekitar 77 persen responden mengetahui MBG, baik karena menjadi penerima, mengetahui orang lain yang menerima, maupun menyaksikan pelaksanaannya.
Dari angka itu, sebanyak 22 persen responden merupakan penerima MBG. Sebanyak 41 persen mengetahui program tersebut tetapi bukan penerima, sementara 14 persen lainnya mengetahui MBG karena menyaksikan ada pihak lain yang menerima.
Tingginya tingkat pengenalan terhadap MBG menunjukkan program tersebut diketahui oleh sebagian besar responden survei. Namun, tingkat awareness itu belum sepenuhnya sejalan dengan kepuasan publik terhadap pelaksanaannya.
Kepuasan Publik dan Evaluasi Pelaksanaan
Survei IPO mencatat hanya 26 persen responden yang menyatakan puas atau sangat puas terhadap MBG. Sementara itu, 63 persen menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas.
Perbedaan tingkat pengetahuan dan kepuasan tersebut menunjukkan bahwa dikenal luasnya program belum otomatis membuat masyarakat merasa puas terhadap pelaksanaannya. Kualitas menu dan kandungan gizi menjadi salah satu aspek yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
IPO menempatkan kualitas gizi menu sebagai salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam evaluasi MBG. Evaluasi itu tidak hanya menyangkut aspek keuangan dan tata kelola, tetapi juga kualitas gizi menu, rantai pasok bahan pangan, pengadaan, distribusi, standar higienitas, ketepatan sasaran penerima, serta pengawasan di daerah.
Dengan demikian, hasil survei memperlihatkan dua temuan utama. Mayoritas responden yang mengetahui atau menyaksikan menu MBG menilai makanan yang diberikan telah memenuhi standar gizi. Namun, masih terdapat 35 persen responden yang belum melihat pemenuhan standar tersebut.
Kondisi itu menunjukkan perlunya konsistensi kualitas makanan dalam seluruh pelaksanaan program. Pemerintah tetap perlu melakukan evaluasi dan pengawasan agar standar gizi yang dinilai positif oleh mayoritas responden dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.
Survei IPO menegaskan, tantangan MBG ke depan bukan hanya memastikan masyarakat mengenal program tersebut. Pelaksanaan program juga perlu memastikan pengalaman penerima manfaat terhadap kualitas makanan, termasuk kandungan gizinya, sesuai dengan tujuan penyediaan makanan bergizi.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















