Headline.co.id, Sleman ~ Persebaya U-18 meraih kemenangan 4-1 atas PSS Sleman U-18 pada matchday kedua Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 di Stadion Tridadi, Sleman, Yogyakarta, Minggu (4/10). Hasil tersebut membuat Persebaya U-18 menyapu bersih dua pertandingan di Sleman dengan enam poin. Kemenangan itu diraih setelah Green Force muda tampil agresif, menekan sejak awal, dan mencetak empat gol melalui Felix Alberto, Muchammad Arka, Yusuf Ardiansyah, serta Bryan Nabil.
Persebaya U-18 langsung mengambil inisiatif permainan sejak menit awal. Tekanan yang dibangun membuat PSS Sleman U-18 kesulitan mengembangkan permainan dan tidak leluasa menguasai bola. Dalam kurun waktu tiga menit, Persebaya bahkan sudah mampu mencetak dua gol.
Persebaya U-18 Cetak Dua Gol dalam Tiga Menit
Felix Alberto membuka keunggulan Persebaya pada menit ke-17. Tiga menit berselang, Muchammad Arka menggandakan keunggulan Green Force muda menjadi 2-0.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Keunggulan dua gol tersebut bertahan hingga turun minum. Persebaya tidak mengendurkan tekanan ketika pertandingan memasuki babak kedua. Intensitas permainan tetap dijaga untuk mempertahankan kendali atas pertandingan.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-60. Yusuf Ardiansyah mencetak gol ketiga Persebaya sekaligus memperlebar jarak dari PSS Sleman.
PSS sempat memperkecil ketertinggalan. Namun, gol tersebut tidak mengubah arah pertandingan karena Persebaya tetap menjaga permainan dan kembali mencetak gol melalui Bryan Nabil.
Skor 1-4 bertahan hingga peluit panjang. Persebaya U-18 pun kembali mengamankan tiga poin sekaligus menuntaskan dua pertandingan di Stadion Tridadi dengan hasil sempurna.
Target Enam Poin Persebaya U-18 Terwujud
Pelatih Persebaya U-18, Fani Setyo, bersyukur target enam poin dari dua pertandingan di Sleman berhasil diwujudkan para pemainnya.
“Alhamdulillah, target enam poin bisa kami dapatkan. Ini hasil dari kerja keras seluruh pemain. Mereka mau menjalankan instruksi dan terus berjuang dari pertandingan pertama sampai pertandingan kedua. Tentu kami bersyukur dengan hasil ini,” ujar Fani.
Menurut dia, hasil tersebut tidak terlepas dari upaya para pemain menjalankan instruksi selama pertandingan. Fani juga memberikan apresiasi terhadap kedisiplinan Alam Adi Saputra dan kolega dalam menjaga pertahanan serta membatasi ruang gerak lawan.
Sejak awal pertandingan, para pemain Persebaya berusaha menutup ruang agar PSS tidak dapat mengembangkan permainan dengan leluasa. Strategi itu dinilai berjalan cukup baik dan membantu Persebaya mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
“Kami memang instruksikan kepada pemain untuk disiplin dan tidak memberikan PSS kesempatan memegang bola dengan nyaman. Anak-anak menjalankannya dengan cukup baik,” tutur Fani.
Pelatih Soroti Konsentrasi Lini Belakang
Di balik kemenangan besar tersebut, Fani tetap mencatat aspek yang perlu diperbaiki. Ia menyoroti proses terjadinya gol PSS, terutama ketika konsentrasi pemain di lini belakang menurun.
Menurut Fani, kemenangan dengan selisih tiga gol tidak boleh membuat Persebaya mengabaikan evaluasi terhadap penampilan tim. Persebaya harus memperbaiki kesalahan agar tidak kembali memberikan kesempatan kepada lawan.
“Empat gol tentu kami syukuri, tetapi kami tetap harus melihat bagaimana proses kami kebobolan. Ada momen ketika konsentrasi pemain belakang menurun dan itu harus segera kami perbaiki. Kami tidak boleh puas hanya karena menang besar,” tegasnya.
Kemenangan 4-1 atas PSS Sleman U-18 membuat Persebaya U-18 mencatat start sempurna di EPA One 2026/2027. Sehari sebelumnya, Sabtu (3/10), Persebaya juga mengalahkan PSS Sleman U-18 dengan skor 1-3 pada matchday pertama.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















