Headline.co.id, Bandung ~ Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan transportasi menjadi perhatian utama pemerintah dalam seluruh penyelenggaraan transportasi. Hal itu disampaikan saat berdiskusi dengan jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2026). Pemerintah memperkuat regulasi, standar keselamatan, pemeriksaan lapangan, pengawasan operator, hingga penindakan terhadap pelanggaran untuk menekan risiko kecelakaan.
Menurut Dudy, penguatan keselamatan transportasi diperlukan agar setiap penyelenggara memiliki standar kerja yang jelas dan terukur. Upaya tersebut tidak hanya mencakup penyusunan regulasi, tetapi juga memastikan aturan diterapkan secara konsisten di lapangan.
Kemenhub Siapkan Asesmen Pengelola Transportasi Publik
Dudy mengungkapkan, Kementerian Perhubungan tengah menyusun formulasi aturan pengelolaan transportasi, khususnya transportasi publik. Salah satu substansi yang disiapkan ialah kewajiban asesmen bagi pengelola transportasi publik pada tingkat direksi dan komisaris.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kebijakan itu diarahkan untuk memastikan jajaran pengelola perusahaan transportasi memahami serta memberi perhatian terhadap aspek keselamatan dalam menjalankan operasional. Menurut Dudy, tanggung jawab tersebut penting karena transportasi publik berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat sebagai pengguna jasa.
Ia mencontohkan asesmen bagi direksi dan komisaris yang telah diterapkan di sektor keuangan. Prinsip serupa, kata dia, perlu dipertimbangkan dalam penyelenggaraan transportasi publik.
“Kami melihat bahwa sektor transportasi, khususnya transportasi publik di mana kita bertanggung jawab terhadap masyarakat yang menggunakan, kita ingin memastikan bahwa penyelenggara atau perusahaan itu memahami serta mengerti aspek keselamatan,” kata Dudy.
Pengawasan Kendaraan Barang Diperketat
Penguatan keselamatan transportasi juga diarahkan pada sektor laut dan penyeberangan, terutama untuk angkutan barang serta kendaraan berat. Menhub meminta operator, seperti PT PELNI, PT Pelindo, dan PT ASDP Indonesia Ferry, memperketat pengawasan terhadap kendaraan barang yang menggunakan layanan transportasi laut dan penyeberangan.
Pengawasan itu diperlukan untuk memastikan kendaraan yang masuk ke kapal memenuhi ketentuan dimensi dan daya angkut. Dengan demikian, risiko yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran maupun pengguna jasa diharapkan dapat ditekan.
Pemerintah juga mendorong pemisahan layanan angkutan penumpang dan angkutan barang di pelabuhan penyeberangan. Salah satu penerapannya berada di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
“Kami sudah minta pemisahan ini diterapkan, seperti di Pelabuhan Ketapang. Kita harus mengedukasi beberapa pihak supaya bisa memahami bahwa pemisahan di pelabuhan penyeberangan itu demi keselamatan,” ujar Dudy.
Pemisahan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) 2027.
Kemenhub Diminta Waspadai Musim Penghujan
Selain menguatkan regulasi dan pengawasan terhadap operator, Dudy mengingatkan jajaran Kemenhub untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan. Kondisi cuaca dan potensi bencana alam dinilai dapat meningkatkan tantangan dalam penyelenggaraan transportasi.
Kewaspadaan itu diminta dilakukan seluruh jajaran Kemenhub, mulai dari pejabat eselon I hingga eselon IV, serta jajaran pelaksana di lapangan. Penerapan aturan yang jelas dan pengawasan yang konsisten diharapkan membuat keselamatan tidak berhenti sebagai ketentuan administratif, tetapi berkembang menjadi budaya di seluruh sektor transportasi.
Dudy juga menekankan pentingnya kampanye keselamatan yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan kepada seluruh insan transportasi serta pemangku kepentingan.
“Satu nyawa itu terlalu banyak untuk kita korbankan apabila kita tidak memperhatikan atau mempedulikan soal keselamatan. Keselamatan bukan sekadar jargon, bukan sekadar sesuatu di atas kertas, atau bukan administrasi. Tapi harus sudah menjadi budaya,” tegas Dudy.
Ia menjadikan keselamatan sebagai bagian dari tanggung jawab dan integritas insan transportasi. “Kalau saya secara pribadi menjadikan ini sebuah harga diri, bahwa keselamatan itu harga diri sebagai insan transportasi. Kalau sudah bicara harga diri adalah sesuatu yang tidak bisa kita tawar,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Muhammad Risal Wasal, serta Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















