Headline.co.id, Bandung ~ Persib U18 kalah 0-1 dari PSIS Semarang pada laga perdana babak pendahuluan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu, 3 Oktober 2026. Kekalahan Persib U18 ditentukan gol gelandang serang PSIS Semarang, M. Rofiq Januar, pada menit ke-40. Persib U18 sebenarnya mampu menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol. Pelatih Persib U18, Tito Agung Setiawan, menilai penyelesaian akhir menjadi persoalan utama timnya dalam pertandingan tersebut.
Gol M. Rofiq Januar Jadi Pembeda
PSIS Semarang mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan melalui M. Rofiq Januar pada menit ke-40. Gol tersebut membuat Persib U18 tertinggal hingga pertandingan berakhir dengan skor 0-1.
Hasil itu membuat Persib U18 mengawali kiprahnya di Grup B EPA ONE dengan kekalahan. Meski demikian, Tito memastikan para pemainnya telah berjuang maksimal untuk membalikkan keadaan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Tito, Persib U18 beberapa kali mampu mengambil kendali permainan. Namun, peluang yang didapatkan tidak berujung gol sehingga upaya mengejar ketertinggalan tidak membuahkan hasil.
“Dalam beberapa kesempatan, kami mampu menguasai jalannya permainan, bahkan bisa beberapa kali membuat peluang. Jadi ini sepenuhnya soal penyelesaian akhir,” kata Tito setelah pertandingan.
Persib U18 Terlambat dalam Persiapan
Tito menjelaskan, Persib U18 menjadi tim yang terakhir menyelesaikan persiapan sebelum pertandingan. Kondisi itu terjadi karena sejumlah pemain baru bergabung dengan tim.
Situasi tersebut turut memengaruhi kesiapan skuad, terutama dalam membangun permainan yang diharapkan. Tito menyebut aspek penyelesaian akhir menjadi hal yang paling perlu dibenahi setelah Persib U18 gagal memanfaatkan peluang saat menghadapi PSIS Semarang.
“Dari awal, tim PERSIB U18 jadi yang terakhir dalam persiapan karena ada beberapa pemain yang baru bergabung. Dari segi permainan, yang paling utama di sini adalah perihal penyelesaian akhir,” ujar Tito.
Pernyataan itu disampaikan Tito setelah Persib U18 tidak mampu mencetak gol meski memiliki beberapa kesempatan. Di sisi lain, PSIS Semarang berhasil memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan melalui gol M. Rofiq Januar.
Adaptasi Pemain Baru Jadi Perhatian
Selain penyelesaian akhir, Tito menyoroti karakter Persib U18 ketika berada dalam posisi tertinggal. Menurut dia, para pemain masih kesulitan untuk segera bangkit setelah PSIS Semarang mencetak gol.
Sejumlah pemain baru yang diharapkan dapat mendorong motivasi pemain lainnya juga belum memberikan dampak sesuai harapan. Mereka masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pola permainan yang diterapkan oleh tim.
“Pemain-pemain yang baru bergabung masih adaptasi meskipun sebelumnya, saya berharap mereka bisa cepat beradaptasi terhadap game model kami. Seiring berjalannya waktu, saya optimistis tim ini akan berprogres,” kata Tito.
Pelatih Persib U18 itu tetap menyampaikan optimisme terhadap perkembangan tim. Ia menilai proses adaptasi pemain baru dan pembenahan penyelesaian akhir menjadi bagian penting setelah kekalahan 0-1 dari PSIS Semarang pada laga perdana Grup B EPA ONE.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















