Headline.co.id ~ Banda Aceh – Inflasi Kota Banda Aceh pada September 2026 tercatat 0,25 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm). Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banda Aceh, inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) mencapai 4,69 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,88. Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat pengendalian harga melalui gerakan pangan murah dan pasar murah sepanjang September 2026 untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok serta daya beli masyarakat. Langkah itu dijalankan melalui Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP2KP) bersama Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag).
Secara kumulatif sejak awal tahun atau year-to-date (ytd), inflasi Banda Aceh mencapai 1,75 persen. Perkembangan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena inflasi digunakan sebagai salah satu indikator untuk membaca kondisi perekonomian dan menentukan intervensi yang diperlukan dalam menjaga stabilitas harga.
Inflasi Banda Aceh Dipengaruhi Kelompok Makanan
Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin mengatakan, pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada menjaga angka inflasi tetap terkendali. Menurut dia, pemerintah juga perlu memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Pengendalian inflasi bukan hanya bagaimana menjaga angka inflasi tetap terkendali, tetapi yang paling penting adalah memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Jalaluddin.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, tekanan inflasi tahunan pada September 2026 terutama berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 1,70 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran menyusul dengan andil 1,21 persen.
Selain itu, kelompok transportasi memberikan andil 0,88 persen, sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,68 persen. Di sisi lain, kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil negatif sebesar 0,39 persen sehingga turut menahan laju inflasi tahunan di Kota Banda Aceh.
Tren Inflasi Berubah Sepanjang Setahun
Pergerakan inflasi tahunan Banda Aceh menunjukkan dinamika yang beragam dalam setahun terakhir. Pada September 2025, inflasi tercatat 3,67 persen, kemudian meningkat menjadi 6,70 persen pada Februari 2026.
Setelah mencapai angka tersebut, inflasi menurun menjadi 3,43 persen pada April 2026. Pada September 2026, inflasi kembali berada pada level 4,69 persen.
Data tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan komoditas strategis. Pemantauan dilakukan agar pemerintah dapat merespons perubahan harga secara lebih cepat.
Gerakan Pangan Murah Digelar Sepanjang September
Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemko Banda Aceh melalui DP2KP dan Diskopukmdag melaksanakan gerakan pangan murah serta pasar murah sepanjang September 2026.
Jalaluddin mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan komoditas strategis tetap tersedia bagi masyarakat. Menurutnya, pengendalian harga perlu dilakukan dengan koordinasi lintas sektor dan berdasarkan data.
“Dengan pemantauan yang lebih responsif, koordinasi lintas sektor dan intervensi yang berbasis data, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat dan mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Kota Banda Aceh,” katanya.
Pemerintah Kota Banda Aceh menyatakan dinamika inflasi akan terus menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah intervensi. Fokusnya adalah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan pasokan komoditas strategis tetap tersedia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















