Headline.co.id ~ Calon tunggal Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto memaparkan enam agenda transformasi Polri dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi III DPR RI. Paparan itu disampaikan di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Enam agenda tersebut mencakup penguatan kelembagaan, pembinaan sumber daya manusia (SDM), pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, serta akuntabilitas anggaran.
Suyudi menyampaikan agenda transformasi Polri itu sebagai arah pembenahan apabila mendapat persetujuan DPR RI. Program yang ditawarkan menitikberatkan pada penataan organisasi, perbaikan siklus SDM, peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat, serta penguatan pengawasan dan pengelolaan anggaran.
Penguatan kelembagaan dan pembinaan SDM
Agenda pertama yang dipaparkan Suyudi adalah penguatan kelembagaan. Ia ingin menata organisasi Polri agar lebih efektif melalui struktur Mabes Polri yang lebih ramping dan strategis.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam rancangan tersebut, Polda diarahkan menjadi lebih profesional dan suportif. Polres diperkuat sebagai satuan operasional dasar, sedangkan Polsek diharapkan menjadi lebih tangguh dan dekat dengan masyarakat.
Suyudi mengatakan penyederhanaan juga akan menyasar struktur dan lapisan persetujuan yang dinilai tidak memberikan nilai tambah. “Struktur ini dan lapisan persetujuan yang tidak memberi nilai tambah ditelaah untuk disederhanakan,” kata Suyudi di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Agenda kedua berkaitan dengan pembinaan SDM dan rekrutmen. Menurut Suyudi, pembenahan harus dilakukan dalam seluruh siklus SDM, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pendidikan, penempatan, pengembangan karier, peningkatan kompetensi, kesejahteraan, hingga masa purna tugas.
Ia menegaskan, meritokrasi dan rekam integritas harus menjadi dasar penugasan. Proses tersebut juga harus terbebas dari praktik titipan, transaksi, maupun sponsorship.
“Anggota berprestasi dilindungi dan diberi ruang karier. Pelanggaran ditindak secara proporsional dan konsisten,” ujar Suyudi.
Pelayanan publik dan penegakan hukum
Program ketiga adalah penguatan pelayanan publik. Suyudi ingin pelayanan Polri tidak hanya berorientasi pada pemenuhan prosedur, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut pelayanan kepolisian harus mudah diakses, cepat, terintegrasi, transparan, terukur, dan inklusif. Digitalisasi juga dinilai penting untuk mempersempit ruang terjadinya pungutan liar atau pungli.
Program keempat adalah penguatan penegakan hukum. Suyudi menginginkan ukuran keberhasilan penegakan hukum tidak lagi semata-mata dilihat dari jumlah perkara yang ditangani, melainkan dari kualitas proses dan hasil penanganannya.
Menurut dia, setiap perkara harus ditangani secara tepat, sah, dan berbasis bukti. Penanganan perkara juga harus memberikan kepastian serta keadilan.
Pengawasan berbasis risiko dan akuntabilitas anggaran
Agenda kelima yang disampaikan Suyudi adalah penguatan pengawasan. Ia mendorong perubahan sistem pengawasan dari pola reaktif menjadi pengawasan berbasis risiko.
Suyudi juga menekankan pentingnya memastikan setiap pengaduan memiliki jejak penanggung jawab yang jelas. “Perlindungan pelapor dan hasil, temuan pengawasan harus berujung pada koreksi, konsekuensi, pemulihan, dan pencegahan berulang,” katanya.
Agenda keenam adalah akuntabilitas anggaran. Suyudi menegaskan, keberhasilan pengelolaan anggaran tidak cukup diukur dari seberapa besar anggaran terserap, tetapi juga dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia mendorong perencanaan anggaran yang bersifat bottom-up dan berbasis kebutuhan riil. Namun, perencanaan tersebut harus tetap dihubungkan dengan outcome, beban kerja, risiko, dan kebutuhan lini terdepan.
“Perencanaan bottom-up berbasis kebutuhan riil, tetapi dihubungkan dengan outcome, beban kerja, risiko, dan kebutuhan lini terdepan,” kata Suyudi.
Enam agenda itu menjadi bagian dari arah transformasi Polri yang dipaparkan Suyudi di hadapan Komisi III DPR RI dalam uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















