Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat penyediaan ikan sebagai sumber protein untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dua unit kerja KKP dan BGN di kantor KKP, Jakarta Pusat, pada 30 September 2026. Langkah ini dilakukan untuk menyelaraskan produksi perikanan dengan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta memperluas penyaluran ikan ke berbagai wilayah. Penguatan pasokan dilakukan melalui berbagi data, sinkronisasi perencanaan, fasilitasi penyerapan, dan pengembangan produk perikanan yang memenuhi standar keamanan pangan.
Dalam siaran pers KKP yang diterima pada Kamis (1/10/2026), kerja sama tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya (Ditjen PB) dan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) dengan BGN.
Produksi Ikan Disinkronkan dengan Kebutuhan MBG
Lingkup kerja sama Ditjen PB dan BGN mencakup berbagi pakai data dan/atau informasi mengenai produksi serta kebutuhan ikan untuk mendukung pelaksanaan MBG. Kedua pihak juga akan menyinkronkan perencanaan produksi ikan dengan kebutuhan program tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, kerja sama mencakup sosialisasi dan fasilitasi penyerapan hasil produksi perikanan budi daya. Penyerapan itu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan SPPG sebagai unit yang mendukung pelaksanaan layanan pemenuhan gizi.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, KKP akan memperkuat keberadaan sumber protein di sekitar wilayah yang memiliki dapur MBG. Sumber protein tersebut berasal dari berbagai jenis hasil perikanan dengan kandungan protein yang tinggi.
“Kita akan terus, di mana dapurnya, di wilayah-wilayah itu kita kepung dengan keberadaan sumber protein dengan berbagai macam jenis perikanan yang kandungan proteinnya tinggi. Mudah-mudahan, harapan Pak Presiden, Indonesia lima atau sepuluh tahun diisi dengan generasi-generasi yang brilian,” ujar Sakti dalam acara penandatanganan dokumen kerja sama di kantor KKP, Jakarta Pusat, pada 30 September 2026.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, ikan merupakan salah satu sumber protein yang didorong untuk masuk ke dalam menu MBG. Karena itu, BGN memastikan kesiapan untuk menyerap hasil perikanan dan mengolahnya menjadi bagian dari menu makanan dalam program tersebut.
“Kami ingin dalam satu menu makanan kita itu ada ikan. Kandungan asupan proteinnya cukup itu yang paling utama, dan salah satunya adalah ikan, jadi kami mendukung gerakan gemar makan ikannya Kementerian KKP kami siap untuk menjadi offtake dan kemudian memberlakukan ini ke menu-menu ompreng,” ujar Sudaryono.
Pernyataan tersebut menegaskan peran BGN sebagai pihak yang akan menyerap hasil perikanan untuk kemudian dimanfaatkan dalam menu MBG. Dengan skema kerja sama itu, produksi perikanan diharapkan dapat terhubung dengan kebutuhan program secara lebih terencana.
Sementara itu, kerja sama Ditjen PDSPKP dan BGN mencakup fasilitasi penyaluran hasil kelautan dan perikanan untuk MBG. Kerja sama tersebut juga meliputi pengembangan produk berbasis hasil kelautan dan perikanan, pembinaan mutu, serta penerapan standar keamanan pangan.
Ikan Beku dan Produk Olahan untuk Wilayah Sulit Dijangkau
Untuk menjangkau wilayah yang jauh, BGN mendorong pemanfaatan hasil perikanan dalam bentuk dingin atau beku. Produk olahan yang telah memenuhi standar keamanan pangan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan menu MBG.
Pemanfaatan ikan dingin, beku, dan produk olahan dinilai penting untuk wilayah yang sulit dijangkau dengan ikan segar. Dengan bentuk produk tersebut, sumber protein ikan dapat didistribusikan ke daerah yang memiliki tantangan dalam memperoleh pasokan ikan segar.
Selain penyaluran produk, kerja sama Ditjen PDSPKP dan BGN juga mencakup berbagi pakai data dan/atau informasi. Pertukaran informasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan ketersediaan hasil kelautan dan perikanan dengan kebutuhan MBG.
Perluas Pemanfaatan Hasil Kelautan dan Perikanan
Penguatan kerja sama KKP dan BGN diharapkan dapat memperluas pemanfaatan hasil kelautan dan perikanan sebagai sumber protein bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Kerja sama ini juga diarahkan untuk mempertemukan produksi perikanan budi daya dan hasil kelautan dengan kebutuhan SPPG. Selain memastikan ketersediaan ikan untuk menu MBG, kolaborasi tersebut mencakup aspek penyaluran, pengembangan produk, mutu, dan keamanan pangan.
Melalui pengaturan produksi dan penyerapan, KKP dan BGN menyiapkan dukungan pasokan ikan untuk pelaksanaan MBG. Ikan diharapkan dapat hadir dalam menu program tersebut, baik dalam bentuk segar yang tersedia di wilayah jangkauan maupun dalam bentuk dingin, beku, dan produk olahan untuk daerah yang sulit dijangkau.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















