Headline.co.id, Siak ~ Wakil Bupati Siak Syamsurizal menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXIV Tingkat Kecamatan Tualang Tahun 2026 di halaman Masjid Nurul Islam, Kelurahan Perawang, Senin (28/9/2026). Penutupan MTQ Siak tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Siak untuk memperkuat pembinaan keagamaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan pembinaan generasi muda. Syamsurizal menyampaikan hal itu melalui kegiatan keagamaan yang melibatkan peserta, pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lainnya. Menurut dia, penguatan spiritualitas diperlukan agar pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik.
Syamsurizal mengatakan Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen memperkuat pembinaan keagamaan dan membentuk generasi Qurani melalui berbagai kegiatan, termasuk MTQ. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Tualang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, dewan hakim, pemerintah Kecamatan Tualang, para Penghulu dan lurah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan MTQ ini,” ujar Syamsurizal.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
MTQ Siak Jadi Penguat Pembangunan Spiritual
Menurut Syamsurizal, pembangunan daerah perlu berjalan seiring dengan penguatan spiritualitas masyarakat. Ia menilai pembangunan tidak cukup hanya menghasilkan kemajuan di bidang fisik, tetapi juga harus membentuk masyarakat yang beriman, berakhlak, dan berilmu.
“Kita ingin pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga melahirkan masyarakat yang beriman, berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Mari kita jadikan momentum MTQ ini sebagai penguat komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Siak yang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, serta kehidupan keagamaannya semakin kuat,” kata dia.
Ia juga mengajak pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan orang tua memperkuat sinergi dalam membentuk generasi Qurani. Syamsurizal mengapresiasi semangat, disiplin, dan sportivitas para peserta selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.
MTQ Bukan Sekadar Ajang Perlombaan
Syamsurizal menegaskan, MTQ memiliki makna yang lebih luas daripada kompetisi untuk menentukan peserta terbaik dalam membaca atau menghafal Al-Qur’an. Menurut dia, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan upaya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk menentukan siapa yang terbaik dalam membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat,” terang dia.
Pesan tersebut disampaikan dalam penutupan MTQ Ke-XXIV Tingkat Kecamatan Tualang Tahun 2026 yang diikuti kafilah dari sejumlah kampung dan kelurahan. Setelah rangkaian perlombaan berakhir, Dewan Hakim menetapkan Kampung Tualang sebagai juara umum.
Kampung Tualang Jadi Juara Umum
Selain menetapkan juara umum, Dewan Hakim menetapkan Kelurahan Perawang sebagai juara pertama. Kampung Pinang Sebatang meraih juara kedua, sedangkan juara ketiga diraih Kampung Pinang Sebatang Barat.
Penutupan MTQ ditandai dengan pembacaan hamdalah dan penyerahan piala kepada para pemenang serta juara umum. Prosesi tersebut disambut meriah oleh kafilah dan masyarakat yang hadir di halaman Masjid Nurul Islam, Kelurahan Perawang.
Syamsurizal kemudian menutup kegiatan secara resmi setelah memohon ridha Allah SWT.
“Alhamdulillahirabbil‘alamin, dan dengan memohon ridha Allah SWT, Kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XXIV Tingkat Kecamatan Tualang Tahun 2026, dengan ini secara resmi saya nyatakan ditutup,” tutup dia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















