Headline.co.id, Lumajang ~ Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan Radar MBG untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Platform tersebut akan memuat menu harian, komposisi dan kandungan gizi makanan, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan. Rencana ini disampaikan dalam rapat koordinasi khusus yang diikuti Bupati Lumajang Indah Amperawati secara virtual dari Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026), sebagai upaya meningkatkan keterbukaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG.
Selain menyediakan informasi, Radar MBG akan membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan pelaksanaan atau tata kelola program yang dinilai belum sesuai. Pengaduan tersebut dapat disampaikan melalui kontak resmi yang disediakan BGN.
Radar MBG Jadi Saluran Pengawasan Masyarakat
Dalam rapat koordinasi yang melibatkan Menteri Dalam Negeri, Kepala BGN, dan kepala daerah seluruh Indonesia itu, BGN menyampaikan Radar MBG sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat keterbukaan informasi serta partisipasi masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Melalui Radar MBG, masyarakat nantinya dapat mengetahui menu harian yang disediakan dalam program tersebut. Informasi yang ditampilkan juga mencakup SPPG penyedia MBG, komposisi menu, dan kandungan gizi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Ruang pengaduan dalam platform tersebut diharapkan dapat menjadi saluran bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan MBG di lapangan. Mekanisme itu juga ditujukan untuk memperkuat pengawasan terhadap tata kelola program.
Kehadiran Radar MBG diharapkan membuat masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga ikut mengawasi pelaksanaan program. Keterbukaan informasi dan pengaduan dipandang penting agar MBG berjalan transparan, responsif, dan tepat sasaran.
Dukungan Pemkab Lumajang terhadap Program MBG
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan MBG di daerahnya. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan program secara baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama anak-anak.
“Kami mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Lumajang. Program ini tentu harus dilaksanakan dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima manfaat,” ujar Indah.
BGN juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan MBG. Keterlibatan kepala daerah dinilai penting untuk memastikan program nasional tersebut berjalan dengan baik dan manfaatnya sampai kepada masyarakat.
MBG Ditargetkan Tingkatkan Status Gizi
Kepala BGN Sudaryono mengatakan MBG diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya penerima manfaat. Program tersebut juga ditujukan untuk membantu menurunkan angka stunting dan kekurangan gizi.
“Intinya, Badan Gizi Nasional berharap program ini dapat memberikan dampak kepada masyarakat, utamanya penerima manfaat, sehingga dapat meningkatkan status gizi sekaligus menurunkan angka stunting dan kekurangan gizi,” ungkap Sudaryono.
Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian turut menyampaikan pentingnya pemanfaatan Dana Transfer ke Daerah (TKD) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 198 Tahun 2026. Menurut dia, dana tersebut perlu digunakan secara optimal untuk memenuhi berbagai kebutuhan prioritas daerah, termasuk mendukung pelaksanaan MBG.
“Dana Transfer ke Daerah harus benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan infrastruktur, pendidikan, belanja pegawai, penanganan bencana, dan kebutuhan lainnya. Termasuk juga untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” jelas Tito.
Dengan rencana peluncuran Radar MBG, BGN mendorong keterlibatan publik dalam memantau informasi dan menyampaikan pengaduan terkait program. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan MBG dapat diawasi dan manfaatnya diterima oleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima manfaat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















