Headline.co.id, Bone Bolango ~ Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo memperkuat penanganan stunting melalui intervensi Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi balita pra-stunting di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini melibatkan Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) sebagai bagian dari persiapan kunjungan ke Provinsi Gorontalo pada 13–14 Oktober 2026. Dukungan tersebut diarahkan untuk menyatu dengan ekosistem penanggulangan stunting yang telah berjalan melalui pendekatan Mo’osehati Terpadu, bukan menjadi intervensi terpisah. Intervensi awal menyasar 30 balita dengan kondisi berat badan tidak naik dan satu balita wasting melalui pemberian makanan tambahan, pemantauan pertumbuhan, serta pendampingan sesuai kondisi masing-masing.
Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa mengatakan, pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal menjadi contoh penerapan intervensi gizi yang dilakukan secara konkret dan terintegrasi dengan pelayanan di masyarakat. Kegiatan itu juga dipersiapkan untuk memperlihatkan kepada Seruni KMP bagaimana berbagai program dan sumber daya di Gorontalo dihubungkan dalam penanganan stunting.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan kunjungan Seruni KMP untuk melihat secara langsung bagaimana Mo’osehati Terpadu mengintegrasikan berbagai program dan sumber daya dalam penanggulangan stunting. Dukungan PMT lokal ini menjadi contoh bagaimana intervensi dapat dilakukan secara konkret, terarah, dan terintegrasi dengan pelayanan yang sudah berjalan di masyarakat,” ujar Anang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Intervensi PMT Menyasar 31 Balita
Pemberian PMT di Desa Huangobotu tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan tambahan. Setiap balita sasaran juga menjalani pemantauan pertumbuhan dan pendampingan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Langkah tersebut dilakukan agar intervensi dapat dilanjutkan dengan pemantauan serta tindak lanjut terhadap kondisi balita.
Pada hari pertama pelaksanaan, kegiatan diawali dengan penimbangan untuk memperoleh data dasar intervensi. Orang tua balita sasaran juga menerima edukasi gizi dari Ketua Tim Kerja Peduli Stunting, Yustiyanty Monoarfa. Edukasi tersebut membahas pemenuhan gizi dan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Mahasiswa Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo turut mewawancarai orang tua balita sasaran. Wawancara itu dilakukan untuk mendokumentasikan kondisi awal sekaligus mendukung proses pemantauan selama rangkaian intervensi berlangsung.
Seruni KMP Akan Melihat Mo’osehati Terpadu
Kunjungan Seruni KMP ke Provinsi Gorontalo pada 13–14 Oktober 2026 akan diarahkan untuk melihat secara langsung inovasi dan praktik penanggulangan stunting yang dikembangkan melalui Mo’osehati Terpadu. Kecamatan Kabila Bone menjadi salah satu lokasi yang disiapkan untuk memperlihatkan pelaksanaan pendekatan tersebut di tingkat lapangan.
Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo menegaskan dukungan Seruni KMP perlu terintegrasi dengan program penanggulangan stunting yang telah berjalan. Untuk memastikan hal itu, persiapan kegiatan dikoordinasikan melalui sejumlah pertemuan daring dan luring bersama Ketua Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo Hj. Nani Ismail Mokodongan serta jajaran terkait.
Mo’osehati Terpadu menghubungkan berbagai program dan sumber daya dalam penanganan masalah gizi di tingkat masyarakat. Integrasi tersebut mencakup Posyandu 6 SPM, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dapur DASHAT, Rumah Desa Sehat, Puskesmas, kader, tenaga gizi, serta pendampingan keluarga.
Kolaborasi Lintas Program di Tingkat Masyarakat
Pelaksanaan di Desa Huangobotu dikawal Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo bersama Tim Kerja Peduli Stunting, Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Kepala Puskesmas Kabila Bone, dan kader Posyandu Desa Huangobotu.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting di Gorontalo dilakukan melalui kolaborasi lintas program. Upaya itu mencakup intervensi gizi, pemberdayaan masyarakat, pemantauan pertumbuhan, edukasi keluarga, serta pemanfaatan potensi pangan lokal.
Melalui kunjungan Seruni KMP pada Oktober mendatang, Gorontalo akan memperlihatkan implementasi Mo’osehati Terpadu sebagai salah satu model kolaborasi untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan stunting. Dukungan PMT berbasis pangan lokal di Desa Huangobotu menjadi bagian dari persiapan untuk menunjukkan pelaksanaan program tersebut secara langsung di masyarakat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















