Headline.co.id, Karo ~ Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap dugaan kelalaian dalam pengolahan bahan baku ikan yang berkaitan dengan insiden keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Berdasarkan hasil investigasi sementara, sebagian ikan tidak disimpan di dalam freezer dan dibiarkan pada suhu ruangan selama sekitar 12 jam hingga lebih. Dugaan kelalaian itu terjadi pada tahap pengolahan bahan makanan sebelum disajikan dalam program MBG. BGN kini akan memperketat penerapan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG.
Hal itu disampaikan Sudaryono atau Mas Dar dalam keterangan pers yang diterima pada Selasa (18/8/2026). Ia mengatakan, sebagian besar bahan baku ikan telah dimasukkan ke dalam freezer, tetapi terdapat sekitar 200 atau 300 ekor ikan yang tidak disimpan dalam freezer.
“ Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, ada sekitar 300 atau 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer, itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam,” kata Sudaryono.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
BGN Nilai Kelalaian Serius
Sudaryono menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengolahan makanan. Ia menegaskan, tidak boleh ada kelalaian dalam penyediaan makanan MBG karena program tersebut berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan penerima manfaat.
“Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai! Dan saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa enggak sanggup kerja, kau keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah BGN melakukan investigasi sementara atas insiden keamanan pangan MBG di Kabupaten Karo. Dari pemeriksaan awal, perhatian diarahkan pada penanganan bahan baku ikan, terutama penyimpanan sebagian ikan yang tidak dilakukan di dalam freezer.
BGN belum menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai seluruh hasil investigasi maupun jumlah penerima manfaat yang terdampak. Namun, Sudaryono menekankan bahwa setiap tahapan pengolahan makanan harus mengikuti prosedur agar makanan yang diterima peserta program tetap aman dikonsumsi.
Prosedur Keamanan Pangan Diperketat
Sebagai tindak lanjut, BGN akan memperketat penerapan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG. Sudaryono meminta sekitar 27.000 kepala dapur MBG di seluruh Indonesia memberikan perhatian khusus pada setiap tahapan penyediaan makanan.
Perhatian itu mencakup penanganan dan penyimpanan bahan baku. Menurut Sudaryono, seluruh proses harus dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pengolahan hingga makanan diterima peserta program.
Kebijakan tersebut diambil untuk mencegah terulangnya kelalaian dalam pengolahan bahan makanan. BGN menilai keamanan pangan harus menjadi perhatian utama karena MBG menyangkut kesehatan penerima manfaat.
Kondisi Korban di PICU Rumah Sakit Haji Medan
Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono menyampaikan perkembangan kondisi salah satu korban yang menjalani perawatan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) Rumah Sakit Haji Medan.
Pasien tersebut disebut mulai menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan selama tiga hari. Meski demikian, korban masih membutuhkan penanganan intensif dan tetap dirawat di ruang ICU.
“Kondisi (korban) di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik. Jadi, dibandingkan pertama kali masuk dan kemarin dan hari ini, sudah lebih baik. Tapi memang masih di ICU,” ujar Sudaryono.
Ia berharap kondisi korban segera pulih dan dapat dipindahkan dari ruang PICU ke ruang perawatan biasa. Sudaryono juga berharap perbaikan kondisi tersebut berlangsung dalam waktu dekat.
“Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini. Enggak usah dua hari lah, kalau bisa satu hari,” pungkas Kepala BGN.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















