Headline.co.id, Gorontalo ~ Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT) mengapresiasi capaian Indeks Desa Provinsi Gorontalo tahun 2026. Apresiasi itu disampaikan Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan Dwi Rudi Hartoyo saat menerima kunjungan kerja Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPPA-PMD) Provinsi Gorontalo Yana Yanti Suleman di Ruang Rapat Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan, Kalibata, Jakarta, Jumat (25/9/2026). Berdasarkan hasil konsinyasi Indeks Desa 2026, dari 657 desa di Gorontalo tidak ada desa berstatus sangat tertinggal dan hanya tersisa satu desa tertinggal. Capaian itu dinilai menunjukkan kemajuan pembangunan desa sekaligus keberhasilan Gorontalo menuntaskan kemiskinan ekstrem desa.
Dwi Rudi Hartoyo mengatakan, sebagian besar desa di Provinsi Gorontalo kini telah mencapai status mandiri. Dari total 657 desa yang tersebar di lima kabupaten dan 67 kecamatan, sebanyak 297 desa berstatus mandiri.
“Hasil Konsinyasi Index Desa tahun 2026 artinya Gorontalo berhasil menuntaskan kemiskinan ekstrim desa karena dari 657 desa, 0 (nol) desa sangat tertinggal dan hanya 1 (satu) desa tertinggal, sebagian besar status desa mandiri ada 297 desa,” kata Rudi Hartoyo.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
83,5 Persen Desa Gorontalo Berstatus Maju dan Mandiri
Menurut Rudi, capaian Indeks Desa Provinsi Gorontalo tahun 2026 merupakan lompatan besar. Sebanyak 83,5 persen desa di provinsi tersebut kini berstatus maju dan mandiri.
Rincian status desa itu tercantum dalam berita acara yang telah disepakati bersama. Sebanyak 297 desa berstatus mandiri, 252 desa maju, 107 desa berkembang, satu desa tertinggal, dan tidak ada desa yang berstatus sangat tertinggal.
Data tersebut menunjukkan mayoritas desa di Gorontalo telah berada pada dua kategori tertinggi dalam status perkembangan desa, yakni maju dan mandiri. Adapun 107 desa masih berstatus berkembang dan satu desa lainnya masih berada dalam kategori tertinggal.
Capaian itu menjadi bagian dari hasil pendataan dan konsinyasi Indeks Desa tahun 2026 yang menjadi dasar penetapan status desa di Provinsi Gorontalo. Sebaran desa tersebut mencakup lima kabupaten dan 67 kecamatan.
Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango Penyumbang Desa Mandiri Terbanyak
Berdasarkan sebaran per kabupaten, Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango menjadi daerah dengan jumlah Desa Mandiri terbanyak di Provinsi Gorontalo. Kabupaten Gorontalo menyumbang 107 Desa Mandiri, sedangkan Bone Bolango memiliki 102 Desa Mandiri.
Sementara itu, satu-satunya desa yang masih berstatus tertinggal berada di Kabupaten Boalemo. Posisi tersebut menjadi perhatian dalam agenda pembangunan desa Pemerintah Provinsi Gorontalo berikutnya.
Kepala Dinas PPPA-PMD Provinsi Gorontalo Yana Yanti Suleman menyampaikan terima kasih atas pendampingan yang diberikan Kemendes PDT. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen melanjutkan percepatan pembangunan desa.
Yana menyebut capaian 297 Desa Mandiri merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Kolaborasi itu melibatkan pemerintah kabupaten, pendamping desa, serta masyarakat desa.
“Capaian 297 Desa Mandiri adalah hasil kerja kolaboratif semua pihak, dari pemerintah kabupaten, pendamping desa, hingga masyarakat desa itu sendiri,” kata Yana Suleman.
Gorontalo Targetkan Satu Desa Tertinggal Tuntas
Setelah capaian Indeks Desa 2026 tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo menetapkan sejumlah pekerjaan lanjutan. Yana mengatakan instansinya akan memprioritaskan penuntasan satu Desa Tertinggal yang berada di Kabupaten Boalemo.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendorong 107 Desa Berkembang agar naik status menjadi Desa Maju. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan capaian pembangunan desa sekaligus meningkatkan jumlah desa yang berada pada kategori maju dan mandiri.
Yana menjelaskan, upaya tersebut akan disinergikan dengan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Ini akan kami sinergikan dengan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dan penguatan BUMDes,” jelas Yana.
Dengan agenda itu, capaian 297 Desa Mandiri diharapkan dapat dilanjutkan melalui penguatan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Pemerintah Provinsi Gorontalo juga masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan 107 desa berkembang serta menuntaskan satu desa tertinggal yang tersisa.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















