Headline.co.id ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga 22 September 2026. Program tersebut mencakup 370 fasilitas peribadatan, 121 fasilitas kesehatan, dan 364 fasilitas pendidikan keagamaan. Selain fasilitas publik, pemulihan juga diarahkan pada bendung, sungai, muara, serta pembangunan infrastruktur pengendali sedimen untuk mengurangi risiko bencana lanjutan. Pemerintah menempuh pembangunan permanen setelah akses darurat dipulihkan agar konektivitas dan pelayanan masyarakat kembali berjalan secara aman serta berkelanjutan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan pemulihan akses darurat di wilayah terdampak. Menurut dia, pembangunan permanen diperlukan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan publik.
“Yang kita kejar bukan hanya konektivitas kembali tersambung, tetapi juga memastikan infrastruktur yang dibangun kembali dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal bagi masyarakat,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rehabilitasi Pascabencana Menjangkau Fasilitas Peribadatan
Data Kemen PU hingga 22 September 2026 menunjukkan, program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di tiga provinsi Sumatra mencakup 370 fasilitas peribadatan. Dari jumlah tersebut, 137 fasilitas berada di Aceh, dengan 109 lokasi telah mulai memasuki tahap konstruksi.
Di Sumatra Utara, program mencakup 208 fasilitas peribadatan dan 64 lokasi di antaranya telah mulai dibangun. Sementara itu, Sumatra Barat memiliki 25 fasilitas peribadatan dalam program tersebut, dengan tiga lokasi telah memulai konstruksi.
Penanganan fasilitas peribadatan menjadi bagian dari pemulihan layanan masyarakat setelah bencana. Kemen PU tidak hanya memulihkan infrastruktur yang berkaitan dengan konektivitas, tetapi juga fasilitas yang mendukung aktivitas sosial dan keagamaan di wilayah terdampak.
121 Fasilitas Kesehatan Masuk Program Rekonstruksi
Sektor kesehatan juga menjadi sasaran rehabilitasi dan rekonstruksi. Secara keseluruhan, terdapat 121 fasilitas kesehatan yang masuk dalam program Kemen PU di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Di Aceh, penanganan mencakup 50 fasilitas kesehatan, dengan 43 lokasi telah mulai konstruksi. Sumatra Utara memiliki 36 fasilitas dalam program tersebut dan 21 lokasi telah mulai dibangun. Adapun di Sumatra Barat, terdapat 35 fasilitas kesehatan dengan 17 lokasi yang telah memulai konstruksi.
Selain fasilitas kesehatan, pemulihan mencakup pendidikan keagamaan dengan total 364 fasilitas. Di Aceh, program tersebut terdiri atas 207 madrasah dan 69 pondok pesantren. Sumatra Utara memiliki 57 madrasah, sedangkan Sumatra Barat mencakup 29 madrasah dan dua pondok pesantren.
Pemulihan Infrastruktur Air dan Mitigasi Bencana
Kemen PU juga memulihkan infrastruktur sumber daya air untuk mengembalikan fungsi sungai dan mengurangi potensi bencana lanjutan. Dari 14 bendung kewenangan pusat yang terdampak bencana, empat telah selesai ditangani pada fase tanggap darurat, sembilan masih menjalani penanganan lanjutan, dan satu bendung sedang ditangani.
Pada fase tanggap darurat, Kemen PU menormalisasi 38 sungai dari total 94 sungai kewenangan pusat yang terdampak. Enam muara sungai juga telah selesai dinormalisasi untuk mengembalikan fungsi aliran air setelah bencana.
Langkah pemulihan infrastruktur air tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak kerusakan dan menjaga fungsi pengaliran. Penanganan tidak berhenti pada perbaikan bangunan yang terdampak, tetapi juga diarahkan untuk mendukung mitigasi terhadap risiko bencana berikutnya.
Target 111 Infrastruktur Pengendali Sedimen
Untuk memperkuat mitigasi, Kemen PU menyiapkan pembangunan infrastruktur pengendali sedimen melalui Sabo Dam. Secara keseluruhan, target pembangunan mencapai 111 unit yang terdiri atas 97 Sabo Dam, termasuk 12 Sabo Dam Oprit, serta 14 Sand Pocket.
Saat ini, enam Sabo Dam telah masuk dalam paket pekerjaan yang sedang berjalan. Infrastruktur tersebut masing-masing berlokasi di Gayo Lues, Tapanuli Tengah, dan Tanah Datar.
Melalui percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Kemen PU menyatakan pemulihan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur secara fisik. Program itu juga diarahkan untuk mendukung pemulihan aktivitas serta pelayanan masyarakat di wilayah terdampak.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















