Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menggelar Diseminasi Organisasi Profesi Persatuan Analis Pertahanan Negara (PAPN) Tahun 2026 di Kemhan, Jakarta, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti pejabat fungsional Analis Pertahanan Negara untuk memperkuat pemahaman, kompetensi, integritas, dan profesionalisme dalam mendukung tugas di bidang pertahanan. Diseminasi ini digelar di tengah dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks dan tantangan pertahanan yang bersifat multidimensional. Melalui forum tersebut, Kemhan mendorong kesamaan pemahaman, komunikasi, koordinasi, dan sinergi dalam pembinaan profesi Analis Pertahanan Negara.
Kegiatan mengusung tema “Melalui Diseminasi Organisasi Profesi Analis Pertahanan Negara, Kita Wujudkan SDM yang Unggul dan Berintegritas dalam Mendukung Ketahanan Nasional”. Forum ini juga menjadi sarana untuk menyatukan persepsi mengenai standar kompetensi profesi dan menyebarluaskan kebijakan pembinaan organisasi profesi PAPN.
Peran PAPN dalam Penguatan Profesi Analis Pertahanan Negara
Sambutan Ketua PAPN yang diwakili Pembina Tk.I IV/b Ari Yulianto, S.Sos., M.M., menyampaikan harapan agar penyelenggaraan tugas dan fungsi PAPN berjalan lancar serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para Analis Pertahanan Negara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Manfaat tersebut diarahkan untuk mendukung para Analis Pertahanan Negara dalam menjalankan tugas dan fungsi di bidang pertahanan. Keberadaan organisasi profesi PAPN menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas dan profesionalisme pejabat fungsional Analis Pertahanan Negara.
Sementara itu, sambutan Dirjen Kuathan Kemhan yang diwakili Direktur SDM Ditjen Kuathan Kemhan Brigjen TNI Eddy Susanto, S.I.P., menekankan pentingnya peran Analis Pertahanan Negara dalam mendukung kebijakan, perencanaan, dan pengambilan keputusan di bidang pertahanan negara.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa organisasi profesi PAPN memiliki arti penting untuk memperkuat kapasitas, integritas, dan profesionalisme Analis Pertahanan Negara. Penguatan itu dinilai relevan dengan kondisi lingkungan strategis yang semakin kompleks serta tantangan pertahanan yang bersifat multidimensional.
Diseminasi PAPN juga diarahkan untuk membangun komunikasi, koordinasi, dan sinergi antarsatuan serta komunitas Analis Pertahanan Negara. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya membahas aspek organisasi profesi, tetapi juga memperkuat hubungan kerja dalam pelaksanaan tugas di bidang pertahanan.
Keynote Speech dan Pembukaan Kegiatan
Agenda berikutnya diisi keynote speech oleh Sesditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI Mohamad Nafis yang mewakili Dirjen Strahan Kemhan. Ia sekaligus membuka secara resmi kegiatan diseminasi organisasi profesi PAPN.
Dalam keynote speech tersebut, seluruh pejabat fungsional Analis Pertahanan Negara diarahkan untuk memanfaatkan momentum diseminasi. Pemanfaatan forum itu dilakukan dengan memahami peran PAPN, memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas analisis pertahanan, serta memberikan kontribusi bagi pertahanan negara.
Arahan tersebut menempatkan peningkatan kualitas analisis sebagai salah satu bagian penting dalam pelaksanaan tugas Analis Pertahanan Negara. Pemahaman terhadap peran organisasi profesi juga diharapkan dapat mendukung kolaborasi dan kontribusi para pejabat fungsional dalam bidang pertahanan.
Materi Benchmarking dan Kode Etik Profesi
Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan paparan bertajuk “Benchmarking Pembinaan Organisasi Profesi Guna Meningkatkan Kompetensi Analis Pertahanan Negara dalam Mendukung Ketahanan Nasional”. Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari INAKI, Imam Gunarto.
Paparan berikutnya membahas “Implementasi Kode Etik Profesi Guna Mewujudkan APN yang Disiplin, Profesional, dan Berintegritas”. Materi ini disampaikan Ketua PAPN, Pembina Utama Muda IV/c Alwin Supriyadi, S.E., M.Si.
Kedua materi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan, kompetensi, dan pemahaman peserta mengenai pembinaan organisasi profesi. Selain itu, peserta mendapatkan penguatan mengenai penerapan kode etik dalam pelaksanaan tugas Analis Pertahanan Negara.
Pembahasan kode etik diarahkan untuk mendukung terwujudnya Analis Pertahanan Negara yang disiplin, profesional, dan berintegritas. Sementara itu, materi benchmarking menyoroti pembinaan organisasi profesi sebagai salah satu cara meningkatkan kompetensi dalam mendukung ketahanan nasional.
Target Kesamaan Pemahaman dan Sinergi
Melalui diseminasi tersebut, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dalam pembinaan profesi Analis Pertahanan Negara. Komunikasi dan sinergi juga diharapkan semakin kuat sehingga PAPN dapat menjalankan perannya secara berkelanjutan.
Kemhan menilai penguatan organisasi profesi menjadi bagian dari upaya mewujudkan sumber daya manusia Analis Pertahanan Negara yang unggul dan berintegritas. Sumber daya manusia tersebut diharapkan dapat terus memberikan kontribusi bagi ketahanan nasional melalui pelaksanaan tugas di bidang pertahanan.
Dengan rangkaian agenda yang mencakup pembinaan organisasi profesi, standar kompetensi, kolaborasi, dan kode etik, diseminasi PAPN menjadi forum untuk memperkuat profesionalisme para Analis Pertahanan Negara. (Biro Infohan Setjen Kemhan)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















