Headline.co.id, Tangerang Selatan ~ Kementerian Agama memperkuat kompetensi juru sembelih halal melalui pelatihan terintegrasi sertifikasi yang diikuti 30 peserta. Kegiatan tersebut dibuka Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani di Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (21/9/2026). Pelatihan ini ditujukan bagi peserta dari Rumah Potong Hewan (RPH), Rumah Potong Unggas (RPU), dan pengelola masjid. Penguatan kompetensi juru sembelih halal dilakukan untuk mendukung kepastian halal pangan serta pengembangan ekosistem halal.
Pelatihan kompetensi juru sembelih halal tersebut diselenggarakan Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan bekerja sama dengan Halal Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Program ini juga mendapat dukungan Bank Indonesia melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta dijadwalkan mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat profesi juru sembelih halal dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kompetensi Juleha Menyangkut Keagamaan dan Sosial
Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, profesi juru sembelih halal tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis. Menurut dia, juru sembelih juga memiliki tanggung jawab keagamaan dan sosial karena proses penyembelihan menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan makanan yang dikonsumsi umat berada dalam koridor halal.
“Juru sembelih adalah orang yang membangun peradaban. Apa yang dilakukan berkaitan dengan sesuatu yang sangat mendasar dalam kehidupan umat, yaitu memastikan makanan yang dikonsumsi berada dalam koridor halal,” ujarnya.
Ia menekankan, proses penyembelihan merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban umat. Karena itu, pelaksanaan tugas tersebut membutuhkan pemahaman fikih dan kompetensi praktik yang memadai.
Ramdhani juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menjalankan profesi juru sembelih halal. Kompetensi dan sikap hati-hati diperlukan agar amanah dalam proses penyembelihan dapat dipertanggungjawabkan kepada umat.
”Penyembelihan halal ini betul-betul menjadi sandaran kehidupan umat Muslim. Karena itu, kompetensi dan kehati-hatian dalam menjalankan tugas ini menjadi landasan penting agar amanah tersebut dapat dipertanggungjawabkan kepada umat,” katanya.
Peserta Diminta Berpegang pada Fikih yang Aman
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diingatkan untuk mengutamakan pemahaman fikih yang aman dan berhati-hati ketika menghadapi perbedaan pendapat atau ikhtilaf. Pesan itu disampaikan terutama dalam kaitannya dengan praktik penyembelihan halal.
“Saya berharap bapak-bapak berpegang pada pemahaman fikih yang aman dalam menjalankan tugas sebagai juru sembelih halal. Kehati-hatian ini penting karena proses penyembelihan berkaitan langsung dengan kehalalan pangan yang dikonsumsi masyarakat,” tegas Ramdhani.
Penekanan terhadap pemahaman fikih dan praktik penyembelihan menjadi bagian dari upaya memastikan tugas juru sembelih halal dijalankan secara hati-hati. Hal tersebut juga berkaitan langsung dengan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Peserta Berasal dari RPH, RPU, dan Pengelola Masjid
Sebanyak 30 peserta pelatihan berasal dari unsur RPH, RPU, serta pengelola masjid. Mereka dipersiapkan untuk menjalankan tugas sebagai juru sembelih halal pada penyembelihan kurban, akikah, dan kegiatan keagamaan lainnya.
Pelibatan peserta dari berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari penguatan kompetensi juru sembelih halal pada sejumlah kegiatan penyembelihan. Kegiatan ini tidak hanya menyasar kebutuhan di rumah potong, tetapi juga pelaksanaan penyembelihan yang dilakukan dalam kegiatan keagamaan.
Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan bersama Halal Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan pelatihan tersebut dengan dukungan Bank Indonesia melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Usai mengikuti pelatihan dan uji kompetensi, peserta diharapkan memperoleh sertifikat profesi juru sembelih halal dari BNSP. Program ini diharapkan membuka peluang bagi peserta untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















