Headline.co.id, Palangka Raya ~ Puskesmas Tangkiling, Palangka Raya, meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama gangguan pernapasan akibat paparan asap dan penurunan kualitas udara. Kesiapsiagaan itu dilakukan dengan menyiagakan layanan bantuan oksigen selama 24 jam di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kepala Puskesmas Tangkiling Syaripudin menyampaikan langkah tersebut pada Sabtu (19/9/2026), meski kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah kerjanya belum menunjukkan peningkatan signifikan. Layanan oksigen gratis disediakan bagi masyarakat umum maupun pasien medis yang mengalami keluhan pernapasan akibat asap karhutla.
Puskesmas Tangkiling Siapkan Layanan Oksigen 24 Jam
Peningkatan kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak asap karhutla tetap memperoleh penanganan kesehatan. Puskesmas Tangkiling menempatkan layanan bantuan oksigen di ruang IGD agar dapat digunakan selama 24 jam.
Syaripudin mengatakan fasilitas medis telah disiagakan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bertambahnya keluhan kesehatan akibat asap. Menurut dia, kondisi kasus ISPA saat ini belum mengalami kenaikan yang signifikan, tetapi pelayanan tetap diperkuat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Meskipun kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Tangkiling belum menunjukkan peningkatan signifikan, kami tetap mengintensifkan pelayanan dan mengantisipasi potensi lonjakan kasus,” ujar Syaripudin, Sabtu (19/9/2026).
Obat ISPA dan Masker Dibagikan kepada Warga
Selain menyiagakan oksigen, Puskesmas Tangkiling telah menerima distribusi obat-obatan untuk penanganan ISPA dari Dinas Kesehatan. Obat tersebut menjadi bagian dari dukungan layanan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Puskesmas juga membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Langkah itu dilakukan untuk membantu menekan risiko paparan asap secara langsung, terutama ketika warga harus beraktivitas di luar ruangan.
Layanan oksigen gratis tidak hanya diperuntukkan bagi pasien yang datang dengan kondisi medis tertentu. Masyarakat umum yang mengalami keluhan pernapasan akibat asap karhutla juga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Edukasi Pencegahan Disampaikan melalui Media Sosial
Upaya pencegahan turut dilakukan melalui edukasi yang rutin disebarkan lewat media sosial resmi Puskesmas Tangkiling. Warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker saat bepergian.
Puskesmas juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri jika mengalami gejala keluhan kesehatan. Batuk dan sesak napas menjadi keluhan yang diingatkan agar tidak dianggap sepele.
Syaripudin menegaskan kesiapan Puskesmas Tangkiling dalam memberikan layanan kesehatan kepada warga selama 24 jam. Ia meminta masyarakat menjaga kesehatan dan segera datang ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan, mengenakan masker saat beraktivitas di luar, dan segera datang ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala. Puskesmas Tangkiling siap memberikan penanganan medis 24 jam,” pungkasnya.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















