Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ BMW mulai menguji iX5 Hydrogen sebagai kendaraan yang diproyeksikan menjadi model pertama perusahaan dengan teknologi sel bahan bakar hidrogen. Pengujian yang dilaporkan pada Jumat (11/9) waktu setempat itu dilakukan untuk memastikan seluruh sistem penggerak bekerja secara terpadu sebelum teknologi tersebut diarahkan menuju tahap produksi massal. BMW membidik SUV tersebut mampu menempuh hingga 750 kilometer dengan pengisian hidrogen kurang dari lima menit. Pengujian dilakukan terhadap berbagai komponen utama dan dalam sejumlah kondisi, termasuk saat kendaraan menerima beban tinggi.
BMW iX5 Hydrogen dipersiapkan untuk melengkapi pilihan sistem penggerak pada keluarga iX5. Selain teknologi hidrogen, BMW iX5 juga tersedia dalam beberapa versi sistem penggerak, mulai dari listrik berbasis baterai, plug-in hybrid, bensin hingga diesel.
Fokus pengujian bukan sekadar memastikan kendaraan dapat berjalan, tetapi menguji keterpaduan setiap bagian dari sistem penggerak. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kendaraan karena sel bahan bakar, baterai, motor listrik, tangki hidrogen dan sistem kendali harus bekerja secara bersamaan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
BMW Uji Seluruh Sistem Penggerak iX5 Hydrogen
Dalam pengujian BMW iX5 Hydrogen, perusahaan memeriksa sejumlah komponen utama yang menopang sistem penggerak kendaraan. Komponen tersebut mencakup sistem sel bahan bakar, baterai tegangan tinggi, motor listrik, tangki hidrogen hingga unit pengendali kendaraan.
Seluruh komponen diuji untuk mengetahui apakah masing-masing bagian mampu bekerja secara optimal sebagai satu sistem. Pengujian juga berlangsung dalam berbagai kondisi penggunaan, termasuk ketika kendaraan mendapatkan beban tinggi.
Tujuannya adalah memastikan performa kendaraan tetap konsisten dalam beragam kondisi. Pada saat yang sama, BMW juga berupaya mempertahankan karakter berkendara yang selama ini menjadi ciri khas kendaraan produksinya.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum teknologi sel bahan bakar hidrogen bergerak lebih jauh menuju produksi massal. BMW ingin memastikan integrasi antarkomponen dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Target Jarak Tempuh hingga 750 Kilometer
Selain menguji integrasi sistem penggerak, BMW menetapkan target performa untuk iX5 Hydrogen. SUV tersebut dibidik mampu menempuh jarak hingga 750 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Target jarak tempuh tersebut menjadi salah satu parameter penting yang diuji dalam pengembangan iX5 Hydrogen. BMW juga mengincar performa akselerasi yang tinggi untuk kendaraan dengan sistem sel bahan bakar hidrogen tersebut.
BMW menargetkan iX5 Hydrogen dapat berakselerasi dari posisi diam hingga kecepatan 100 kilometer per jam dalam waktu kurang dari lima detik. Sasaran itu berjalan beriringan dengan pengujian konsistensi performa saat kendaraan digunakan dalam kondisi yang berbeda.
Kombinasi target jarak tempuh dan akselerasi menunjukkan bahwa pengembangan iX5 Hydrogen tidak hanya diarahkan pada penggunaan hidrogen sebagai sumber energi. BMW juga menguji apakah sistem tersebut dapat memenuhi sasaran performa kendaraan yang telah ditentukan.
Pengisian Hidrogen Ditargetkan Kurang dari Lima Menit
Aspek lain yang menjadi perhatian BMW adalah waktu pengisian bahan bakar. BMW menargetkan hidrogen pada iX5 Hydrogen dapat diisi dalam waktu kurang dari lima menit.
Target tersebut melengkapi sasaran jarak tempuh hingga 750 kilometer yang ditetapkan untuk kendaraan. Pengujian yang sedang berlangsung digunakan untuk memastikan rangkaian sistem kendaraan dapat mendukung target performa dan penggunaan tersebut secara terpadu.
Dalam sistem iX5 Hydrogen, pengujian tidak dilakukan terhadap satu komponen secara terpisah. BMW memeriksa hubungan antara sel bahan bakar, baterai tegangan tinggi, motor listrik, penyimpanan hidrogen serta unit pengendali kendaraan agar keseluruhan sistem dapat beroperasi sesuai kebutuhan.
Proyek HyPowerDrive Dapat Pendanaan Pemerintah Jerman
Pengembangan kendaraan hidrogen BMW dilakukan melalui proyek HyPowerDrive. Proyek tersebut memperoleh pendanaan dari Kementerian Transportasi Federal Jerman sebesar 191 juta euro atau sekitar Rp3,9 triliun.
Pemerintah Negara Bagian Bavaria juga memberikan dukungan pendanaan sebesar 82 juta euro atau sekitar Rp1,6 triliun. Dukungan tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi yang kini diuji melalui BMW iX5 Hydrogen.
BMW saat ini masih menjalankan rangkaian pengujian terhadap komponen dan sistem kendaraan sebelum membawa teknologi tersebut menuju tahap produksi massal. Hasil pengujian dibutuhkan untuk memastikan sistem penggerak dapat bekerja terpadu, mempertahankan performa dalam berbagai kondisi serta memenuhi target jarak tempuh, akselerasi dan waktu pengisian yang telah ditetapkan.





















