Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Desa Wisata Tinalah atau Dewi Tinalah di Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, menawarkan pengalaman perjalanan yang menggabungkan petualangan alam, wisata sejarah, budaya, edukasi, dan kehidupan masyarakat pedesaan. Berada di kawasan Pegunungan Menoreh, destinasi ini memiliki Sungai Tinalah, jalur trekking, area camping, homestay, hingga sejumlah lokasi bersejarah yang dapat dikunjungi. Ragam aktivitas tersebut menjadikan Tinalah dapat dikunjungi keluarga, kelompok sekolah, komunitas, perguruan tinggi, instansi, maupun wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan lebih dekat.
Dewi Tinalah menggunakan identitas “Pesona Alam dan Budaya” dalam pengembangan destinasi. Konsep tersebut terlihat dari paket wisata yang tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga mendorong wisatawan ikut serta dalam kegiatan warga, workshop kreatif, wisata sejarah, hingga menikmati produk UMKM lokal.
Desa wisata ini berada di Jalan Persandian Km 5, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Jaraknya dari pusat Kota Yogyakarta sekitar 25 kilometer. Akses menuju kawasan dapat ditempuh menggunakan mobil, sepeda motor, dan bus.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
River Tubing dan Camping di Kawasan Pegunungan Menoreh
Salah satu daya tarik Desa Wisata Tinalah adalah aktivitas luar ruang yang memanfaatkan lanskap Pegunungan Menoreh dan aliran Sungai Tinalah. Wisatawan dapat mengikuti river tubing dengan menyusuri aliran sungai sambil menikmati lingkungan hijau di sekitarnya.
Selain river tubing, tersedia kegiatan outbound, camping, gathering, makrab, trekking, dan susur Sungai Tinalah. Kawasan ini memiliki area luar ruang yang dapat digunakan untuk kegiatan kelompok dengan dukungan fasilitator outbound dan pemandu lokal.
Bagi pengunjung yang memilih camping, Desa Wisata Tinalah menyediakan bumi perkemahan dan sejumlah fasilitas pendukung. Dalam bahan yang tersedia, fasilitas di kawasan tersebut meliputi tempat MCK, penerangan, mushola, area parkir, balai pertemuan, kafetaria, gazebo, serta sarana untuk kegiatan kelompok.
Rock painting menjadi pilihan aktivitas lain yang lebih santai. Wisatawan diajak melukis batu kali sekaligus berkreasi di tengah suasana desa. Kegiatan tersebut menjadi salah satu aktivitas yang juga diikuti Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa Dewi saat berkunjung ke Tinalah.
Wisata Sejarah hingga Puncak Kleco
Tinalah juga menawarkan kegiatan jelajah alam menuju Puncak Kleco. Kawasan tersebut memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati lanskap Kulon Progo dari kawasan perbukitan melalui jalur trekking di lingkungan Pegunungan Menoreh.
Pengalaman berbeda dapat diperoleh melalui wisata sejarah. Pengunjung dapat mendatangi Situs Rumah Sandi Negara dan Goa Sriti. Dua lokasi tersebut menjadi bagian dari paket wisata sejarah yang tersedia di kawasan Tinalah.
Desa wisata ini juga menawarkan paket jelajah alam dan napak tilas sejarah. Dengan kombinasi aktivitas tersebut, wisatawan dapat menggabungkan perjalanan fisik di kawasan perbukitan dengan pengalaman mempelajari sejarah yang berkaitan dengan wilayah tersebut.
Keberadaan wisata alam dan sejarah membuat pilihan kegiatan di Tinalah tidak terpaku pada satu jenis perjalanan. Pengunjung yang ingin berpetualang dapat memilih trekking atau tubing, sedangkan kelompok pendidikan dapat menggabungkan perjalanan dengan kegiatan edukasi dan sejarah.
Live In dan Workshop Budaya untuk Pengalaman Lebih Dekat
Bagi wisatawan yang ingin mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat, Tinalah menyediakan paket live in dan homestay. Homestay dikelola masyarakat setempat sehingga pengunjung mempunyai kesempatan tinggal di lingkungan warga dan berinteraksi langsung dengan kehidupan desa.
Aktivitas edukatif yang tersedia juga beragam. Wisatawan dapat mengikuti workshop membatik, mencoba jemparingan atau panahan tradisional Jawa, membuat kerajinan dari bahan alami, serta mengikuti rock painting dan pelatihan gamelan.
Kerajinan tradisional yang dapat dipelajari antara lain pembuatan topi dari daun kelapa serta piring dari lidi. Kegiatan semacam ini mempertemukan wisatawan dengan keterampilan lokal yang masih dipraktikkan masyarakat.
Budaya di Tinalah juga hadir melalui kesenian jatilan, wayang wong, dan Merti Bumi Tinalah. Kirab Merti Bumi Tinalah yang diselenggarakan pada bulan Agustus melibatkan warga dan menjadi salah satu atraksi budaya yang mendukung pelestarian tradisi lokal.
Kuliner dan Produk UMKM Tinalah
Perjalanan ke Desa Wisata Tinalah juga dapat diisi dengan mencoba kuliner dan produk UMKM desa. Beberapa makanan yang disebut menjadi bagian dari kuliner lokal antara lain geblek, klanting, wingko Tinalah, serta berbagai olahan keripik.
Kripik pegagan menjadi salah satu produk yang dapat dibawa sebagai oleh-oleh. Pengunjung juga dapat menikmati wedang rempah dan mengikuti workshop yang berkaitan dengan proses pembuatan produk desa.
Kegiatan kuliner dan belanja produk UMKM merupakan bagian dari konsep pariwisata berbasis masyarakat yang dikembangkan Tinalah. Warga terlibat dalam penyediaan produk, homestay, pemanduan, kegiatan wisata, serta berbagai layanan yang digunakan wisatawan selama berkunjung.
Akses dan Fasilitas Desa Wisata Tinalah
Fasilitas yang tersedia di Desa Wisata Tinalah meliputi areal parkir, balai pertemuan, kafetaria, jungle tracking, kamar mandi umum, kios suvenir, tempat makan, area outbound, area swafoto, spot foto, mushola, dan WiFi. Tersedia pula layanan pemandu lokal, pemandu trekking, serta fasilitator outbound.
Untuk mendukung mobilitas wisatawan di sekitar kawasan, Tinalah memiliki layanan transportasi wisata berupa sepeda motor dan jeep wisata. Di sekitar desa juga terdapat fasilitas kesehatan, pasar tradisional, tempat ibadah, bank, pertokoan, dan layanan lain yang mendukung kebutuhan wisatawan.
Dari pusat Kota Yogyakarta, jarak menuju Desa Wisata Tinalah disebut sekitar 25 kilometer. Stasiun Wates berjarak sekitar 20 kilometer dari kawasan desa. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor maupun bus untuk mencapai lokasi.
Kombinasi river tubing, camping, wisata sejarah, trekking, homestay, kuliner, serta berbagai kegiatan budaya membuat Desa Wisata Tinalah menawarkan lebih dari sekadar pemandangan. Pengunjung dapat memilih aktivitas sesuai kebutuhan, mulai dari perjalanan keluarga hingga program pembelajaran dan kegiatan kelompok, sambil berinteraksi dengan masyarakat yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi.


















