Semarang, Kafilah Riau diminta menjaga konsentrasi, kesehatan, dan hasil pembinaan menjelang pertandingan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menyampaikan pesan tersebut pada Jumat (11/9/2026) setelah kafilah tiba di arena MTQ Nasional. Peserta sebelumnya telah mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC) di Pekanbaru secara maksimal. Karena itu, kafilah kini diarahkan mempertahankan kesiapan melalui kepatuhan terhadap arahan pelatih dan pendamping serta menjaga kondisi fisik di tengah padatnya agenda perlombaan.
Kafilah Riau Diminta Mempertahankan Hasil Pembinaan
Muliardi mengatakan persiapan peserta telah dilakukan melalui pembinaan dan latihan bersama para pelatih sebelum keberangkatan ke Semarang. Menurut dia, tahap setelah tiba di lokasi bukan lagi menambah persiapan, melainkan menjaga hasil yang telah dibangun selama TC.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Alhamdulillah, kita sudah sampai di arena MTQ Nasional di Semarang. Sebelumnya, kita sudah melakukan TC di Pekanbaru secara maksimal. Para pelatih juga telah memberikan pembinaan dan latihan dengan sebaik-baiknya kepada anak-anak kita,” ujar Muliardi.
Ia meminta peserta tetap mengikuti arahan pelatih dan pendamping agar materi pembinaan dapat diterapkan secara optimal ketika perlombaan berlangsung. Konsistensi menjadi perhatian karena kesiapan teknis yang telah diperoleh perlu dipertahankan hingga peserta tampil di cabang masing-masing.
“Pelatih sudah maksimal melatih anak-anak. Saat ini kita konsentrasi menjaga dan memelihara apa yang sudah dilakukan oleh para pelatih,” katanya.
Kesehatan Jadi Perhatian Selama MTQ Nasional
Selain kesiapan teknis, Muliardi menekankan pentingnya kondisi kesehatan bagi seluruh kafilah Riau. Peserta, pelatih, dan pendamping diminta memperhatikan kondisi fisik karena rangkaian MTQ Nasional memiliki agenda yang cukup padat.
Menurut Muliardi, kesehatan menjadi bagian penting dari kesiapan peserta untuk mengikuti perlombaan. Ia meminta seluruh unsur kafilah menjaga kondisi tubuh agar pembinaan yang telah dilakukan dapat ditunjukkan secara maksimal di arena MTQ Nasional.
“Kami meminta seluruh kafilah menjaga kesehatan. Dengan agenda yang cukup padat, kondisi kesehatan harus benar-benar diperhatikan,” ungkapnya.
Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan ajakan agar kafilah menjaga suasana tetap kondusif selama berada di Semarang. Dengan kondisi yang terjaga, peserta diharapkan dapat berkonsentrasi pada penampilan di cabang masing-masing.
Dukungan Moral untuk Peserta MTQ Nasional
Muliardi juga menyebut keberadaan peserta, pelatih, dan pendamping di Semarang menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan. Dukungan dari seluruh kafilah dinilai penting untuk memberikan semangat kepada peserta yang akan mengikuti perlombaan.
Ia mengajak seluruh unsur kafilah hadir sebagai pendukung peserta sekaligus menjaga suasana selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI. Dukungan itu diharapkan dapat membantu peserta tetap tenang dan fokus menjalankan hasil pembinaan.
“Kita semua berada di lokasi untuk menyaksikan dan memberikan dukungan kepada anak-anak kita yang mengikuti lomba. Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan dan suasana agar tetap kondusif,” tuturnya.
Muliardi menyampaikan apresiasi kepada peserta, pelatih, dan pendamping yang telah menjalani rangkaian persiapan menuju MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Ia berharap seluruh kafilah tetap berkonsentrasi dan menjaga kondisi tubuh agar mampu memberikan penampilan terbaik.
“Terima kasih. Tetap konsentrasi dengan penuh semangat. Mari kita jaga kesehatan dan kondisi badan. Kita sama-sama berdoa, semoga Allah SWT memberikan keridaan dan kemudahan bagi kita semua di sini,” tutupnya.


















