Headline.co.id, Mataram ~
Mataram, Sport diplomacy atau diplomasi olahraga Indonesia dan Timor Leste diperkuat melalui program International Student Inbound Mobility Program (ISIMP) yang mempertemukan Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) dan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL). Program tersebut memasuki hari keempat pelaksanaan pada 4 September 2026 di Mataram. Inisiatif yang digagas Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman itu dilakukan melalui kolaborasi pendidikan dan olahraga untuk membangun hubungan bilateral kedua negara. Kegiatan tersebut melibatkan delegasi UNTL, pertukaran pengalaman akademik, serta pengenalan olahraga petanque.
Delegasi Timor Leste dipimpin Direktur Departemen Olahraga UNTL Joao Dias Pereira, didampingi dosen Gaspar Amaral dan delapan mahasiswa. Kehadiran mereka di UNDIKMA menjadi ruang untuk bertukar pengalaman akademik dan olahraga sekaligus membangun hubungan antarmasyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sport Diplomacy Dibangun melalui Hubungan Antarmasyarakat
Joao Dias Pereira mengatakan hubungan Indonesia dan Timor Leste tidak cukup dibangun melalui kerja sama formal. Menurut dia, hubungan kedua negara juga perlu diperkuat melalui interaksi antarmasyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan.
“Kita anggap Indonesia keluarga, soalnya kita sekarang membangun hubungan bilateral dari berbagai aspek dengan tujuan bagaimana kita bisa membangun dua negara,” ujar Joao dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (12/9/2026).
Ia mengatakan perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang bagi Indonesia dan Timor Leste untuk saling membantu. Kerja sama, kata Joao, perlu diarahkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong kemajuan kedua negara.
“Di situ kita jangan melihat latar belakangnya, tujuannya bagaimana kita bisa saling membantu agar negara kita semakin maju,” kata Joao Dias Pereira.
Delegasi UNTL Apresiasi Sambutan di Indonesia
Pengalaman selama mengikuti program ISIMP mendapat apresiasi dari Gaspar Amaral. Ia mengaku nyaman mengikuti berbagai kegiatan dan berdiskusi dengan sejumlah pihak selama berada di Indonesia.
“Saya pikir, saya selalu datang, diskusi dengan siapa saja di sini, bagi saya selama beberapa hari di sini nyaman,” ujar Gaspar.
Gaspar juga menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diterima delegasi sejak tiba di Indonesia. Ia menyebut pengurus KONI Pusat turut menjemput dan mendampingi delegasi dari Timor Leste.
“Kami diterima baik sejak di bandara oleh pengurus KONI Pusat Pak Martinez yang rela menunggu kami dengan sabar,” katanya.
Menurut Gaspar, sambutan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan memperkuat rasa persaudaraan masyarakat Indonesia dan Timor Leste. “Itu suatu penghormatan untuk kami karena kami diterima dengan sangat baik. Bagi saya Timor Leste dan Indonesia sebagai saudara sendiri,” lanjutnya.
Ia menilai interaksi langsung yang berlangsung selama program dapat memberikan dampak lebih luas terhadap hubungan kedua negara. Pengalaman positif tersebut, kata Gaspar, juga dapat mendorong masyarakat Timor Leste untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia.
“Orang Timor Leste juga akan memberikan perlakuan lebih baik. Kalau balas budi, orang Timor Leste lebih baik lagi. Sampai ada orang bicara jelek tentang Indonesia, mereka membela Indonesia,” jelasnya.
Kerja Sama Didorong Berlanjut
UNDIKMA dan delegasi Timor Leste tidak hanya membahas pertukaran mahasiswa dan kegiatan akademik. Kedua pihak juga mendiskusikan implementasi kerja sama untuk kegiatan lanjutan agar program yang dibangun dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Rektor UNDIKMA Prof. Drs. Basuki Widodo, M.Sc., Ph.D. mengatakan keberlanjutan program perlu disesuaikan dengan kondisi dan kapasitas masing-masing pihak.
“Harapannya, kita bisa mendapatkan manfaat dan faedah dari aktivitas yang kita laksanakan. Continuous Activities ini kita juga memperhatikan kondisi masing-masing,” ujar Basuki.
Basuki menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum KONI Pusat yang telah menginisiasi program tersebut. “Terima kasih kepada Ketua Umum KONI Pusat yang telah menginisiasi. Semoga ini menjadi pemantik untuk kolaborasi yang lain,” katanya.
Kerja sama itu diharapkan berkembang ke berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi Indonesia dan Timor Leste, tidak berhenti pada pertukaran mahasiswa serta kegiatan akademik.
Olahraga Menjadi Sarana Diplomasi
Mewakili Ketua Umum KONI Pusat, Kepala Bidang Media dan Humas KONI Pusat Tirto Prima Putra menyampaikan apresiasi kepada UNDIKMA dan UNTL yang mendukung pelaksanaan ISIMP. Delegasi UNTL juga mendapat dukungan dari Confederacao Do Desporto De Timor Leste (CDTL), organisasi olahraga nasional Timor Leste.
“Kami bangga dengan UNDIKMA karena telah menjadi tuan rumah yang baik, begitu hangat dalam menyambut saudara-saudara kita dari Timor Leste dan tulus sosialisasikan olahraga Petanque,” ujar Tirto.
Menurut Tirto, olahraga memiliki dimensi yang lebih luas daripada aktivitas untuk menjaga kebugaran dan kesehatan. Olahraga juga dapat menjadi sarana membangun karakter, nasionalisme, persahabatan, dan diplomasi antarnegara.
“Olahraga bukan hanya sekadar kegiatan yang membuat bugar dan sehat tapi juga terkait dengan nasionalisme, dan juga Sport Diplomacy yang kita lakukan,” katanya.
Tirto berharap diplomasi olahraga mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste serta membangun hubungan antarmasyarakat yang lebih kuat.
“Diplomasi melalui olahraga ini diharapkan mampu mempererat hubungan bilateral kedua negara. Ini sejalan dengan semangat persahabatan dan persatuan yang melihat semua manusia egaliter, tanpa melihat perbedaan latar belakang,” jelasnya.
Ia menegaskan, kerja sama tersebut perlu dilanjutkan melalui implementasi nyata agar memberikan dampak positif bagi kedua pihak. “Kami mengapresiasi semangat yang saling mendukung melalui kerja sama ini. Semoga perjanjian yang dilakukan tidak hanya sekadar kertas namun ada implementasi nyata yang memberikan dampak positif,” pungkas Tirto.

















