Headline.co.id, Manggarai ~
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan senilai Rp119,7 juta untuk warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (11/9/2026). Bantuan melalui Program Kemnaker Peduli itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Penyaluran tahap pertama dilakukan oleh Insan Kemnaker Peduli bersama para mitra kerja dengan membawa 250 paket sembako, 250 amplop santunan, dan 20 unit terpal.
Bantuan gempa Flores tersebut disalurkan secara bertahap ke Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Nagekeo, serta sejumlah wilayah lainnya. Penyaluran dilakukan untuk membantu warga yang masih menghadapi dampak gempa, termasuk masyarakat yang mengalami kerusakan tempat tinggal dan membutuhkan perlindungan sementara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penyaluran Perdana di Manggarai Barat
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Kemnaker kepada masyarakat terdampak gempa. Menurut dia, dukungan tersebut juga menjadi wujud solidaritas Kemnaker bersama para mitra kerja untuk meringankan beban warga di Pulau Flores.
“Kami akan menyalurkan bantuan dari Kemnaker Peduli untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, hingga Nagekeo. Bantuan ini berasal dari saudara-saudara kita di Kemnaker serta para mitra dengan harapan dapat meringankan penderitaan masyarakat di Pulau Flores,” ujar Sukro dalam keterangan tertulis yang diterima , Jumat (11/9/2026).
Penyaluran perdana berlangsung di Manggarai Barat. Sebanyak 60 paket sembako beserta santunan tunai diberikan kepada warga dalam dua sesi, yakni pagi dan sore.
Pada hari yang sama, tim Kemnaker Peduli juga melepas relawan untuk membawa 80 paket sembako dan santunan tunai ke Kabupaten Nagekeo. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat terdampak di wilayah Flores.
Bantuan Tahap Pertama Menjangkau Sejumlah Wilayah
Setelah penyaluran di Manggarai Barat dan pengiriman bantuan ke Nagekeo, Kemnaker menyiapkan distribusi berikutnya ke wilayah Reo, Lembor, dan Mbeliling. Sebanyak 110 paket bantuan akan diarahkan ke tiga wilayah tersebut.
“Selanjutnya kita akan menyalurkan bantuan sebanyak 110 paket ke wilayah Reo, Lembor, dan Mbeliling. Sehingga total bantuan yang diberikan pada tahap pertama ini berjumlah 250 paket sembako, 250 amplop santunan, dan 20 unit terpal,” kata Sukro.
Dengan penyaluran tersebut, seluruh bantuan pada tahap pertama mencakup kebutuhan pangan, santunan tunai, serta perlindungan sementara bagi warga terdampak. Bantuan diberikan sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pemulihan masyarakat setelah gempa bumi di Pulau Flores.
Dukungan Mitra untuk Warga Terdampak Gempa
Program Kemnaker Peduli turut memperoleh dukungan dari sejumlah mitra kerja. Perum Jasa Tirta memberikan dukungan sebesar Rp18 juta, sedangkan Forum Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK) menyumbangkan 20 unit terpal.
Terpal tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Reo. Bantuan itu diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan perlindungan sementara, terutama masyarakat yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Keterlibatan mitra kerja menjadi bagian dari penghimpunan bantuan tahap pertama. Kemnaker menyatakan dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Kemnaker Berharap Dukungan Berlanjut
Sukro mengatakan penyaluran bantuan tidak akan berhenti pada tahap pertama. Kemnaker berharap dukungan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores dapat terus diperluas sesuai dengan pemetaan kebutuhan di berbagai wilayah.
“Kami berharap dukungan dan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Selain Manggarai Barat, bantuan selanjutnya menyasar Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, Nagekeo, Reo, Lembor, dan Mbeliling. Kemnaker juga membuka kemungkinan penyaluran ke daerah terdampak lainnya berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Keberlanjutan bantuan dinilai penting untuk mendukung warga melewati masa pemulihan pascagempa. Pemerintah, relawan, dan mitra diharapkan dapat terus memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan di Pulau Flores.

















