Headline.co.id, Jakarta ~ Mantan Pemain Timnas Indonesia Iwan Setiawan Meninggal Dunia pada Kamis (3/9/2026), meninggalkan duka bagi dunia sepak bola nasional. Pelatih senior yang pernah memperkuat sejumlah klub besar Tanah Air itu berpulang setelah menjalani perjalanan panjang sebagai pemain dan juru taktik. Kabar meninggalnya Iwan pertama kali disampaikan rekan sesama pelatih, Rudy Eka Priyambada, melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis pagi.
Kabar Mantan Pemain Timnas Indonesia Iwan Setiawan Meninggal Dunia kemudian mendapat respons dari sejumlah insan sepak bola, termasuk Sriwijaya FC, klub terakhir yang ditanganinya pada kompetisi Championship 2025/2026. Sekretaris Sriwijaya FC, Faisal Mursyid, mengaku baru mendapatkan kabar duka tersebut pada Kamis pagi.
Mantan Pemain Timnas Indonesia Iwan Setiawan Meninggal Dunia setelah lebih dari tiga dekade berkiprah di sepak bola nasional sebagai pemain maupun pelatih. Pria kelahiran Medan, Sumatra Utara, 5 Juli 1958 itu dikenal pernah bermain untuk Pelita Jaya, Arseto, dan Persija Jakarta sebelum kemudian beralih menekuni dunia kepelatihan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rudy Eka Priyambada mengenang Iwan sebagai figur pelatih yang jujur dan menjadi panutan dalam perjalanan kariernya.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Selamat jalan Ayah Iwan Setiawan. Pertemuan kami terakhir di NFD di Jogja kemarin. Sosok seorang pelatih berjiwa jujur apa adanya,” tulis Rudy dalam unggahannya.
Rudy juga menyampaikan penghormatan atas pengaruh Iwan dalam karier kepelatihannya.
“Terima kasih Ayah Iwan sudah jadi panutan saya dalam karier kepelatihan sepak bola. Semoga amal ibadah diterima sisi Allah SWT,” lanjutnya.
Sriwijaya FC Jadi Bagian Terakhir Perjalanan Iwan Setiawan
Salah satu bagian terakhir dari perjalanan panjang Iwan Setiawan di sepak bola Indonesia tercatat bersama Sriwijaya FC.
Iwan bergabung dengan klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut pada Februari 2026 untuk menjalani kompetisi Championship 2025/2026. Data kompetisi Liga Indonesia juga mencatat namanya sebagai pelatih kepala Sriwijaya FC pada musim tersebut.
Kehadiran Iwan menjadi bagian dari upaya Sriwijaya FC mempertahankan posisi di kompetisi Championship. Ia memimpin tim dalam sejumlah pertandingan sampai akhir musim, meski Sriwijaya FC pada akhirnya harus menerima degradasi setelah menjalani rangkaian hasil kurang maksimal pada putaran ketiga.
Sekretaris Sriwijaya FC, Faisal Mursyid, turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian mantan pelatih klub tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, turut berduka cita atas meninggalnya Coach Iwan Setiawan. Kami baru mendapatkan kabar pagi ini beliau telah mendahului kita semua,” ujar Faisal melalui pesan WhatsApp, Kamis (3/9).
Bagi Sriwijaya FC, keberadaan Iwan menjadi bagian dari perjalanan klub ketika menghadapi ketatnya persaingan sepak bola nasional.
Dari Pemain Pelita Jaya hingga Persija Jakarta
Sebelum dikenal luas sebagai pelatih, Iwan Setiawan terlebih dahulu menjalani karier sebagai pemain sepak bola.
Ia tercatat pernah memperkuat Pelita Jaya, Arseto, hingga Persija Jakarta. Iwan juga mempunyai pengalaman bersama Timnas Indonesia di kelompok umur.
Kariernya sebagai pemain tidak berlangsung panjang setelah mengalami cedera. Kondisi tersebut kemudian membawa Iwan memilih jalur baru dengan menekuni dunia kepelatihan.
Keputusan itu menjadi titik awal perjalanan panjangnya di pinggir lapangan. Namanya selanjutnya tercatat menangani berbagai klub dari sejumlah daerah di Indonesia.
Karier Kepelatihan Iwan Setiawan Lintas Klub
Rekam jejak Iwan Setiawan sebagai pelatih mencakup sejumlah klub besar maupun klub daerah di sepak bola Indonesia.
Persija Jakarta menjadi salah satu tim yang pernah ditanganinya. Iwan tercatat menangani tim junior Persija pada periode 1997 hingga 1999 sebelum dipercaya menjadi pelatih tim senior Macan Kemayoran pada musim 2000-2001.
Dalam perjalanan berikutnya, ia pernah menangani PSMS Medan, Persela Lamongan, Pusamania Borneo FC atau Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persibo Bojonegoro, Persema Malang, Persibom Bolaang Mongondow, Serpong City FC, Persijatim Solo FC, PSBL Langsa, hingga Sriwijaya FC.
Iwan juga memiliki pengalaman menangani Timnas Indonesia kelompok umur pada pertengahan dekade 2000-an.
Salah satu pencapaian penting dalam karier kepelatihannya terjadi ketika membawa Pusamania Borneo FC meraih gelar kasta kedua nasional pada musim 2013/2014. Prestasi tersebut sekaligus mengantarkan klub menuju level tertinggi sepak bola Indonesia.
Ketika menangani Persebaya Surabaya pada 2017, Iwan juga menjadi bagian dari fase awal pembentukan skuad klub asal Surabaya tersebut.
Dikenal Tegas, Lugas, dan Berkarakter Kuat
Di luar catatan teknis sebagai pelatih, Iwan Setiawan dikenal sebagai salah satu figur dengan karakter kuat di sepak bola Indonesia.
Ia kerap menyampaikan pendapat secara lugas dan tegas, termasuk ketika berbicara dalam konferensi pers. Pernyataannya tidak jarang menjadi perhatian publik maupun memunculkan perdebatan di kalangan pencinta sepak bola.
Saat menangani Borneo FC dalam Piala Presiden 2015, Iwan juga dikenal menggunakan pendekatan perang psikologis menjelang pertandingan penting.
Karakter vokal tersebut membuat Iwan menjadi salah satu figur pelatih yang mudah dikenali publik. Namun, di balik gaya komunikasinya yang keras, Rudy Eka Priyambada mengenangnya sebagai sosok pelatih yang jujur dan menjadi panutan bagi generasi pelatih lainnya.
Pengalaman panjang bersama berbagai klub juga membuat Iwan menjadi salah satu nama yang berpengaruh dalam perjalanan pelatih lokal di Indonesia.
Sepak Bola Indonesia Kehilangan Pelatih Senior
Kepergian Iwan Setiawan menutup perjalanan panjang seorang figur yang menjalani sepak bola dari dua sisi berbeda, sebagai pemain dan kemudian pelatih.
Dari lapangan bersama Pelita Jaya, Arseto dan Persija Jakarta, perjalanan Iwan berlanjut menuju bangku kepelatihan dengan menangani berbagai klub di Indonesia.
Sriwijaya FC menjadi salah satu pelabuhan terakhir dalam kariernya sebelum kabar meninggal dunia disampaikan pada Kamis, 3 September 2026.
Ucapan duka dari Rudy Eka Priyambada hingga jajaran Sriwijaya FC menggambarkan posisi Iwan bukan hanya sebagai pelatih senior, tetapi juga figur yang meninggalkan kesan bagi orang-orang yang pernah bekerja dan berinteraksi dengannya.
Jejak karier, karakter tegas, serta pengalaman panjangnya bersama berbagai klub menjadi bagian dari catatan perjalanan sepak bola nasional yang ditinggalkan Iwan Setiawan.


















