Headline.co.id, Padang ~ Pemerintah Kota Padang Panjang menetapkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 dengan prioritas utama pada pemulihan bencana dan penguatan ekonomi. Keputusan ini diambil untuk menjawab tantangan yang dihadapi kota tersebut, terutama dalam menghadapi dampak bencana alam dan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memastikan kesejahteraan masyarakat.
Dalam rapat paripurna yang digelar pada awal September 2026, Fadly Amran menekankan pentingnya alokasi anggaran yang tepat sasaran. “Pemulihan bencana dan ekonomi adalah dua hal yang saling berkaitan dan harus menjadi prioritas kita bersama,” ujar Fadly. Ia menambahkan bahwa pemerintah kota akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan program-program yang direncanakan dapat berjalan efektif dan efisien.
Selain itu, Fadly juga menjelaskan bahwa perubahan APBD ini akan mencakup peningkatan alokasi dana untuk infrastruktur yang rusak akibat bencana serta program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah kota berkomitmen untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur publik yang terdampak. “Kami ingin memastikan bahwa semua fasilitas publik dapat kembali berfungsi normal secepat mungkin,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rencana perubahan APBD ini juga mencakup strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan ekonomi lokal. Pemerintah kota berencana untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi potensial yang dapat memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Padang Panjang dapat bangkit lebih kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan.


















