Headline.co.id, Bogor ~ TANGERANG SELATAN – Sebanyak 10 ribu pengemudi ojek online (ojol) dari wilayah Jabodetabek dengan antusias mengikuti acara Gebyar Keselamatan Lalu Lintas yang diselenggarakan oleh Korlantas Polri. Acara ini berlangsung di Indonesia Safety Driving Center (ISDC), Serpong, Tangerang Selatan, pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara.
Para peserta mendapatkan edukasi penting mengenai keselamatan berkendara, termasuk pelatihan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) dan praktik safety riding. Devita, seorang pengemudi ojol wanita dari Bogor yang telah berprofesi selama delapan tahun, menyatakan bahwa acara ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi para pengemudi.
“Kegiatannya bagus sekali. Menurut saya positif banget buat para ojol. Selama saya jadi ojol, baru ini ada Gebyar Keselamatan Lalu Lintas,” ujar Devita. Ia menekankan pentingnya pengetahuan tentang penanganan pertama korban kecelakaan, mengingat risiko kecelakaan lalu lintas yang tinggi di kalangan pengemudi ojol.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Devita juga mengingatkan sesama pengemudi, terutama perempuan, untuk selalu mengenakan perlengkapan keselamatan saat berkendara. “Utamakan keselamatan diri dalam berkendara. Semuanya, helm, jaket, sepatu, sarung tangan, celana panjang. Jangan pernah menganggap enteng keselamatan,” tambahnya.
Imadudin, pengemudi ojol dari Jakarta Pusat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat penting bagi para pengemudi untuk lebih waspada terhadap risiko di jalan. Sebagai pengemudi sejak 2015, ia berbagi pengalamannya menghadapi kecelakaan akibat oli di jalan saat berputar balik di Tanah Abang. Menurutnya, edukasi safety riding dan PPGD sangat berguna sebagai bekal menghadapi situasi darurat.
“Alhamdulillah, teman-teman ojol se-Jabodetabek antusias. Ada lomba yel-yel, safety riding. Bagaimana mengendarai motor yang lebih baik lagi. Ada juga edukasi penanganan pertama ketika melihat kecelakaan di jalan,” jelas Imadudin. Ia berharap edukasi ini dapat mendorong para pengemudi ojol untuk lebih disiplin dan tidak melanggar aturan lalu lintas. “Harapannya ke depan teman-teman yang biasa lawan arah, kalau bisa jangan lawan arah. Intinya jangan melanggar lalu lintas,” tutupnya.




















