Headline.co.id, Jakarta ~ Kolaborasi Komite Digital Indonesia (Komdigi) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan menjadi pilar utama dalam pengembangan ekosistem keuangan digital di Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur keuangan digital yang semakin penting di era transformasi digital saat ini. Dengan adanya kolaborasi ini, kedua lembaga berkomitmen untuk mendorong inovasi dan meningkatkan inklusi keuangan di seluruh negeri.
Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Komdigi dan OJK mengumumkan rencana strategis mereka dalam sebuah konferensi pers di Jakarta. Ketua Komdigi, Ismadi Amrin, menyatakan bahwa kolaborasi ini akan fokus pada pengembangan teknologi finansial (fintech) dan peningkatan literasi keuangan digital di masyarakat. “Kami berupaya menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, di mana setiap orang memiliki akses yang sama terhadap layanan keuangan digital,” ujar Ismadi.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, menekankan pentingnya regulasi yang adaptif untuk mendukung pertumbuhan fintech. Menurutnya, OJK akan terus berperan aktif dalam mengawasi dan memastikan bahwa inovasi di sektor keuangan digital berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip perlindungan konsumen dan stabilitas sistem keuangan. “Kami berkomitmen untuk menciptakan regulasi yang mendukung inovasi tanpa mengorbankan keamanan dan kepercayaan masyarakat,” kata Wimboh.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ke depan, Komdigi dan OJK berencana untuk melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri, akademisi, dan masyarakat sipil, dalam pengembangan ekosistem keuangan digital. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi digital di sektor keuangan dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Dengan kolaborasi yang kuat pemerintah dan sektor swasta, Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pemimpin dalam inovasi keuangan digital di Asia Tenggara.




















